Wednesday, 18 April 2012

Manusia di Netizen dan Citizen

0 comments
Dunia ini tak cukup luas lagi untuk menampung kehidupan manusia.
Manusia menginginkan lebih. Lebih bebas, lebih luas, dan lebih efisien.
Oleh karena itu dunia maya menjadi primadona bagi masyarakat masa kini.
Bisa dikatakan hampis semua generasi muda jaman sekarang punya akun dunia maya.
Akun (account) ini kalau di dunia nyata bisa dikatakan sebagai alamat.

Netizen, begitulah kehidupan sosial yang berada di dunia maya itu disebut.
Hidup di netizen, seseorang juga harus mempunya identitas.
Layaknya di citizen penduduknya harus punya KTP, SIM, akte kelahiran dan kartu identitas lain.
Bersemayam di netizen pun masyarakat juga harus beridentitas, yang ditunjukkan dengan profil.
Namun tentu saja aturan di netizen ini tidak seketat di citizen dalam mengisi biodata.
Seseorang bisa menuliskan namanya sebagai  Barack Obama bahkan memakai fotonya.
Padahal mungkin saja dia seorang bintang iklan yang menawarkan, "kuliah, di BSD aja!"

Karena kelonggaran itulah, netizen sering menjadi tempat pelarian dari realita.
Seseorang bisa menjadi sisi lain dirinya di netizen.
Memang di netizen juga terikat norma dan nilai-nilai masyarakat layaknya di cityzen.
Bila di dunia nyata bohong atau mengumpat adalah termasuk tindakan tidak terpuji,
begitu pula di netizen hal itu termasuk perbuatan tidak terpuji.
Namun perlu diingat bahwa netizen lebih longgar. 
Seseorang bisa memakai identitas orang lain tanpa ketahuan identitas aslinya.
Sehingga lebih rawan terjadi tindak kejahatan.
Seseorang bisa memakai identitas palsu untuk menjahati orang lain.

Namun kelonggaran itu tidak selamanya negatif.
Ada juga hal postif yang bisa terjadi saat orang menggunakan identitas lain.
Yaitu seseorang bisa mengembangkan kepribadian baiknya.
Misalnya sesorang yang punya masalah inferior komplek bisa memulai terapi lewat dunia maya.
Pertama dia membuat sebuah akun sebuah media sosial semisal facebook.
Kemudian dia bisa mulai membangun "image" barunya di dunia maya.
Belajar sedikit demi sedikit untuk berkomunikasi dengan teman baru.
Sehingga kepercayaan diri dalam bersosial semakin tumbuh.
Sekarang facebook juga dilengkapi dengan video call.
Tentu hal itu bisa lebih menjadikan suasana berkomunikasi senyata tatap muka langsung.

Setelah kepercayaan diri terbentuk di netizen, kemudian bawa skill baru itu ke citiizen.
Tidak ada gunanya bila hasil latihan itu hanya berlaku di dunia maya saja, kita hidup di dunia nyata.
Netizen juga menunjang seseorang untuk berkomunikasi dengan komunitas lain tanpa batas.
Batasan ruang dan waktu berhasil dilampaui.
Orang yang tinggal di pelosok Merauke bisa saja bertetangga dengan seseorang di Roma.

Manusia modern tidak bisa lepas dari dua dunia ini.
Bukan hanya dunia nyata, dunia maya juga menjadi sama pentingnya.
Untuk jadi manusia modern memang harus bisa untuk hidup di dua dunia ini..
Untuk jadi orang bijak, harus bisa menyeimbangkan kehidupan di dua dunia ini.

Leave a Reply

Labels

 
The Ledger © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here