Monday, 21 May 2012

Keliling Nusantara bersama SABDANUSA

0 comments
Sebagai anak bangsa mengenal budaya nusantara adalah keinginan yang terpendam semenjak lama.
Namun alasan klasik berupa "dana" selalu menjadi kendala.
Nusantara memiliki cakupan ribuan pulau, ratusan suku, etnis, yang menganekaragamkan budaya Indonesia.
Dari sabang sampai merauke, bebagai kebudayaan beserta keunikannya itu tersebar.
Butuh waktu, tenaga, dan dana yang tidak sedikit untuk dapat mempelajari dan menikmati langsung itu semua.
Namun pada hari sabtu tanggal 21 April kemarin sebuah UKM STAN menyajikan berbagai kebudayaan itu dalam satu waktu, tempat, dan acara.

SABDANUSA, begitulah nama UKM ini ramai diperbincangkan mahasiswa pecinta kebudayaan nusantara.
SABDANUSA menjadi sentra perhatian karena berhasil menyelenggarakan acara kebudayaan besar pertama kali di STAN.
Acara yang akan menampilkan 10 tarian nusantara, gamelan sunda, angklung, kecapi, dan sinden yang dikemas dalam sendratari PRINGGANDANA "Perjalanan Cinta Nusantara".
Dengan harga tiket masuk yang cuman 10 ribu, kita bisa ikut menikmati seluruh sajian tersebut.
Sebuah harga yang murah dibanding pertunjukkan yang kita dapat.

Sendratari kali ini berkisah tentang Raja Wijaya Kusuma yang mengelilingi nusantara untuk menyelamatkan istrinya Dewi Pusparatri.
Sang pujaan hati diculik oleh seorang Raja jahat Dursaloka dan kemudian disembunyikannya.
Saat perjalanan mengelilingi nusantara, sang pangeran akan diiringi tari-tarian khas tiap wilayah.
Ada sepuluh wilayah yang tariannya ditampilkan, antara lain Aceh, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Papua.

Secara keseluruhan tari yang dibawakan sangat memukau. Terutama tari Saman dari Aceh yang sempat membuat penonton histeris. Satu-satunya yang kurang adalah letak panggung yang lebih tinggi dari tempat duduk penonton. Sehingga penonton tidak bisa melihat keseluruhan gerak penari (apa lagi tarian yang sambil duduk). Memang penonton boleh naik ke tribun atas gedung, namun hanya tribun sebelah depan panggung yang letaknya jauh. Menonton dari tribun yang jauh itu tentu kurang jelas. Padahal tribun kanan-kiri yang bisa dipakai lebih jelas untuk menonton masih kosong.

Acara-acara seperti ini perlu untuk tetap dipertahankan dan dikembangkan.
Suatu acara yang bisa menumbuhkan rasa cinta pada tanah air, terutama kebudayaan nusantara.
Supaya generasi muda tidak silau dengan kebudayaan lain negara, semisal Jepang, Korea, Amerika.
Karena apa?? Karena kita punya keanekaragaman budaya yang jauh lebih menakjubkan.
Read more...
Tuesday, 8 May 2012

Collegepreneurship

1 comments
Entrepreneurship has shown rapidly growth in these days. The youngster has such unbelievable passions to go advance. Improve their business instinct and skill. You know? in metropolitan city, a job with low risk such government bureaucrat and private company employment start become unpopular. Yeah maybe it's quite popular in country side, they manage to get regular salary and it's obviously low risk. But the youngster very like challenges. Live just ordinary life isn't cool way to enjoy days.

The youngsters we talk about are especially college student. They are on the border state of adult but still get money from their parent. This means they prepare their selves facing society. a society that each person take full responsibility of their selves. May be they get just a little earning from it, but the most important part is experience. Experience is the best teacher off course.

Some college students have made a group called "Lapak Jual Beli" in facebook. This group specifically for business purpose. Collegepreneur (College students that become entrepreneur) offer services or goods by posting commercial in this group. Then consumer decide whether buy or not.
Most of services and goods available here. You can buy gadget, laptop, hand phone, computer accessories, pet, apartment, cloths, bags, food, and many others here. May be this kinds of unreasonable, but it's ugly truth you also can buy near extinct animal like owl, eagle, and falcon.
You can also get laundry service, drawing sketch, web host, laptop service, etc.
No wonder million sum of money involve in these transaction every day.
Besides that trading business, there are some college students that establish educational course.
The income from such business could overcome monthly allowance from their parents.
as if their university support these kinds of activities, I assure it can help Indonesian economic growth.
Then, what are you waiting for... College+Entrepreneurship, why not???
Read more...
Monday, 30 April 2012

APBN-P: Ranah 3 Warna

0 comments
APBN-P: Ranah 3 Warna

W. R. Habibi

3. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas asas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
(Pasal 33, ayat 3 dan 4 UUD 1945)

Abstrak:
BBM merupakan sumber daya yang paling banyak digunakan untuk proses pembakaran di dalam mesin. Kali ini BBM tidak hanya sukses memanaskan mesin, tetapi dalam beberapa bulan terakhir juga  sukses memanaskan suasana Indonesia.

Akibat harga minyak mentah dunia yang terus melambung, pemerintah mengklaim subsidi BBM kian membengkak. Subsidi yang membengkak bisa membuat APBN 2012 kocar-kacir. Tanpa kenaikan subsidi saja APBN 2012 sudah mengalami defisit. Apalagi ditambah dengan kenaikan harga harga minyak dunia, yang secara otomatis membuat subsidi melambung. Pemerintah pun membuat keputusan yang juga diklaimnya demi rakyat. Keputusan untuk mengurangi subsidi BBM sehingga bisa mengalokasikan subsidi itu ke pos anggaran kemiskinan, kesehatan, pertanian dan insfratuktur yang lebih tepat sasaran. Keputusan itu tertuang dengan akan segera diundangkannya UU APBN-P.

Namun banyak juga elemen masyarakat yang tidak setuju dengan kenaikan harga BBM. Mereka juga mengklaim gerakan mereka demi rakyat. Gerakan menolak pengurangan subsidi BBM. Sebagai anchor price, kenaikan harga BBM akan menyebabkan kenaikan harga barang lain secara keseluruhan. Inflasi akan meninggi, daya beli masyarakat miskin akan semakin berkurang. Akibatnya masyarakat miskinlah yang paling terkena dampak negatif secara langsung.

Selama proses pembuatannya, UU APBN-P telah banyak mewarnai semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Memberi warna pada bidang politik, ekonomi, dan sosial. Warna yang bisa dipandang hitam, putih, atau bahkan abu-abu. Warna yang sebenarnya muncul dari satu pokok masalah, masalah dimungkinkannya kenaikkan harga BBM melalui APBN-P.



A.   Mewarnai Politik

 Sulit untuk dipungkiri bahwa keputusan naik-tidaknya harga BBM tidak ditunggangi kepentingan politik. Mengingat sebenarnya kebocoran APBN terbesar bukan dari subsidi BBM yang salah sasaran. Kebocoran lebih besar karena adanya korupsi, mark up, dan tidak efisiennya birokrasi sehingga biaya belanja rutin pegawai sangat besar. Ada kajian dari ICW (Indonesian Corruption Watch) bahwa sebenarnya ada mark up dalam penentuan besaran subsidi BBM sebesar puluhan triliun rupiah. Padahal metode perhitungan yang digunakan ICW adalah cara umum yang lazim digunakan Pertamina, BPH Migas, maupun Kementerian ESDM. Yaitu dengan menggunakan patokan harga MOPS.  Berkaitan dengan perhitungan ini pemerintah dinilai ICW tidak transparan. Ada dugaan bahwa nilai puluhan triliun itu bisa menjadi lumbung partai berkuasa untuk membiayai pemilu 2014.
                        Terlepas benar tidaknya kajian ICW, fakta pada angka-angka yang ditunjukkan APBN 2012 menunjukkan defisit anggaran. Bila kita menggunakan asumsi praduga tidak bersalah, pemerintah memang menaikkan harga BBM supaya APBN 2012 tidak kolaps. Selain itu partai berkuasa juga pastinya menghindari mengambil kebijakan tidak populer, hanya untuk mencari dana kampanye. Sebaliknya bila partai oposisi menutup mata dari fakta ini dan hanya mementingkan pencitraan di mata rakyat, sungguh itu merupakan kemunafikan yang besar. Berlagak sebagai pembela rakyat padahal mereka sendiri tahu keuangan Negara mereka terancam berdarah-darah.

B.   Mewarnai Ekonomi

BBM merupakan barang yang menguasai hajat hidup orang banyak. Oleh sebab itu penggunaannya harus sebesar-sebesarnya untuk kemakmuran rakyat. Mekanisme harganya juga harus dikuasai penuh oleh Negara, tidak boleh diserahkan pada mekanisme pasar bebas. Lalu bagaimana bila penentuan “harganya” menggunakan patokan MOPS (Mean of Plats Singapore)? Apa hal itu bisa disebut menggunakan “harga” pasar bebas?
      MOPS hanya digunakan sebagai acuan saja untuk menilai seberapa besar fair value asset Negara kita, dalam hal ini BBM. Istilah penentuan “harga” kurang tepat, karena sebenarnya yang kita tentukan dari MOPS bukan “harga” tapi “nilai”. Bukan berarti tiap ada perubahan harian harga di MOPS, harga BBM bersubsidi kita juga akan berubah. Perubahan harga hanya terjadi bila dianggap sangat mendesak saja. Yaitu saat APBN dinilai menanggung beban subsidi BBM terlalu besar. Selain itu belum ada acuan harga BBM di dalam negeri sehingga kita perlu adanya acuan harga pasar terdekat (border price) untuk menilai asset Negara kita itu.
     Menurut ekonom senior Kwik Kian Gie sebenarnya pemerintah tidak mengeluarkan uang untuk subsidi. Justru ada surplus dari pos migas di APBN. Perhitungannya sebagai berikut: 



Dengan cara perhitungan yang sama, walaupun apabila ada kenaikan 15% dari harga minyak dunia, anggaran pemerintah dari pos migas masih surplus sebesar 74 triliun.
           Namun seorang ekonom lain lulusan STAN, Sunarsip tidak setuju dengan hal itu. Menurut Sunarsip dalam menganalisis APBN kurang tepat bila hanya dilihat dari sisi migas saja. Harus dilihat secara menyeluruh dan faktanya APBN kita memang masih mengalami defisit. Sehingga bila surplus dari pos migas ini semakin kecil, maka deficit anggaran akan semakin besar.
     Namun bila menganalisis APBN secara keseluruhan, defisit ini lebih dikarenakan kebocoran pada anggaran itu sendiri. Dengan kata lain sebenarnya banyak pos belanja yang kurang perlu atau sudah mengalami mark up. Memang pendapatan yang diterima Negara telah melonjak lebih dari dua kali lipat semenjak 2004. Namun efektifitas, efisiensi, dan penyerapannya masih jauh dari yang diharapkan. Oleh karena itu alasan kenaikan BBM karena memberatkan APBN tampaknya kurang tepat. Seharusnya yang diperbaiki adalah pembelanjaan yang masih rawan korupsi, mark up, mafia anggaran, serta biaya birokrasi yang sangat mahal.
     Selain karena alasan anggaran, ada juga alasan kurang tepatnya sasaran subsidi BBM itu. Mengingat data dari Kementrian ESDM sebesar 53% konsumsi BBM bersubsidi dinikmati oleh mobil pribadi, 40% motor, angkutan umum 3% dan mobil barang 4%. Bisa dikatakan lebih dari setengah subsidi BBM dinikmati orang-orang kaya. Padahal akan jauh lebih bermanfaat bila subsidi itu (yang tadi dihitung mencapai 126 triliun pada harga internasional US $ 105 per barel) dialihkan ke pos insfratuktur, pengentasan kemiskinan, kesehatan, atau pertanian.
      Bila memang yang dipermasalahkan adalah kurang tepatnya sasaran subsidi ini, opsi kenaikan harga bukanlah jalan satu-satunya penyelesaian masalah. Masih ada banyak cara yang bisa ditempuh, yang pentingkan tepat sasarannya bukan pengurangan subsidinya. 



Masalah ekonomi lain yang mendasari dibuatnya APBN-P ini adalah konsumerisme energi. Dengan subsidi yang diberikan, masyarakat sangat boros dalam memanfaatkan energi. BBM merupakan bahan bakar dari fosil yang tidak terbarukan. Bila konsumsinya semakin tinggi maka apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita? Padahal sebagai bangsa yang besar kita tidak boleh menuntut apa yang bisa kita nikmati sekarang. Justru kita harus berpikir apa yang harus kita wariskan ke anak cucu. Namun apakah tujuan pembatasan konsumerisme energi melalui menaikkan harga BBM ini akan berjalan efektif? Tampaknya tidak, BBM permintaannya bersifat inelastis. Dengan kata lain berapa pun harga BBM, permintaan masyarakat masih akan tetap seperti semula. Masyarakat akan lebih memilih mengorbankan daya belinya untuk barang lain demi bisa membeli BBM. Akan lebih bijak bila pemerintah memilih program konversi energi. Potensi energi dari panas bumi, biodiesel, dan gas alam jauh lebih besar yang dimiliki oleh Indonesia. Asal pemerintah mau berkomitmen dan konsisten untuk mengembangkan energi alternatif itu, bukan tidak mungkin pada 2030 ketergantungan pada minyak bumi akan berkurang drastis.

A.   Mewarnai Sosial

Tarik ulur pengambilan keputusan penetapan APBN-P menghasilkan celah ketidakpastian. Masyarakat dibuat resah bahkan sebelum penetapan APBN-P itu sendiri. Bahkan harga bensin eceran lebih dulu naik di beberapa daerah, terkait mendadak langkanya BBM di daerah itu. Kenaikan itu juga diikuti kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Masa ketidakpastian beginilah yang paling merugikan masyarakat. Karena secara hukum formalnya harga BBM belum naik, namun kenyataan di lapangan harga bahkan sudah mencapai 6000 rupiah. Yang paling diuntungkan adalah para tengkulak penimbun dan penyelundup BBM.
Sebenarnya kenaikan sebesar 1500 itu tidak begitu menjadi masalah. Toh beberapa tahun lalu juga sudah pernah harga BBM segitu. Namun yang menjadi masalah adalah pemerintah tidak bisa mengendalikan harga barang-barang lain. Sebelum kenaikan resmi saja harga barang-barang sudah naik, apalagi bila sudah ada keputusan resmi.
Pada masa ketidakpastian begini juga rawan terjadi konflik horizontal. Masyarakat yang tidak mendapatkan BBM bisa saja bertindak nekat membobol SPBU. Demo juga marak dilakukan oleh mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya. Kebanyakan dari mereka cenderung anarkis. Polisi kemudian dikerahkan untuk meredam aksi demo itu. Saat demo anarkis biasanya polisi menjadi sasaran serangan. Sayangnya banyak pemberitaan yang menyudutkan polisi. Padahal para polisi ini hanya menjalankan tugas dan berusaha membela diri dari anarkisme pengunjuk rasa. Sedangkan para pengunjuk rasa bersikukuh bahwa mereka adalah pihak yang benar sebagai wakil rakyat menyampaikan aspirasinya.
Sebenarnya kedua pihak itu hanyalah korban. Penyebab berbagai kerusuhan itu sebenarnya para elit politik yang membawa kepentingan partai masing-masing dalam perumusan APBN-P. Mereka sering membuat pernyataan di media yang saling memojokkan satu sama lain dan terkesan memanas-manasi. Akhirnya pada akar rumput sudah bukan perang gagasan lagi yang terjadi, namun sudah menjurus konflik fisik. Seharusnya para elit politik itu sadar bahwa rakyat dan para mahasiswa itu masih labil. Terprovokasi sedikit saja bisa pecah kerusuhan. Seharusnya ada wadah yang lebih tertutup untuk perumusan kebijakan seperti ini. Kemudian hasil keputusan dari pertemuan tertutup oleh para elit politik bersama para staf ahlinya itu baru dipublikasikan ke masyarakat. Saat keputusan itu sudah disosialkan ke masyarakat, semua elemen pemerintah harus mendukungnya. Bukan malah terpecah belah bahkan perang terbuka di media. Sehingga diharapkan bila semua elemen pemerintah bersatu menjelaskan programnya, maka opini masyarakat akan positif. Memang cara seperti itu terkesan kurang demokratis. Tapi apalah arti demokrasi bila terus menerus membawa konflik horizontal.
to govern is to choose
Menjadi pemerintah harus berani mengambil keputusan. Suatu keputusan pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Yang dibutuhkan pemerintah adalah kepercayaan dari rakyatnya bahwa memang itulah yang terbaik yang bisa dilakukan pemerintah demi rakyat. Kepercayaan itu tidak bisa datang dengan instan. Harus melalui proses panjang yang diiringi kejujuran, kerja keras, komitmen, dan profesionalisme.

Sumber:
Rafick, Ishak. 2008. Catatan Hitam Lima Presiden Indonesia. Jakarta: Ufuk Publishing House.
Read more...
Tuesday, 24 April 2012

Ikut "Balapan ke Hatimu" di Galau Nite

0 comments
Setelah sekian lama vakum dari dunia keartisan, akhirnya ada tawaran untuk ikut shooting lagi.
Kali ini dapat tawaran shooting salah satu acara di studionya MetroTV.
Oh man, It's MetroTV. Acaranya keren-keren pasti tidak hanya diisi para alay joget, orang naik elang, atau hantu gentayangan. Setidaknya acaranya berbobot*, seperti Kick Andy, MTGW, Mata Najwa, Economic Challenge, dll. Emang cocok profil mahasiswa sepertiku ini diundang shooting acara intelektual. hehe

"Kiz sesok acarane opo?", tanyaku pada teman SMA yang mengajakku.
Dia menjawab, "Galau Nite Kid, cucok karo suasana atimu."
(Jduarrr petir menyambar)
What the ..., kenapa dari sekian banyak acara harus acara ini. Pliss Man, sudah GeER kalau akan diundang acara yang berbau akademis, eh ternyata ujung-ujungnya kebagian acara GALAU.
Emang kalau muka galau gini nggak jauh-jauh deh sama undangan acara galau juga.
Nggak cocok kalau dipaksain ikutan acara berbau intelektual. hadehhh...

Kamis sore para galauers sudah berkumpul di air mancur kampus STAN. Termasuk di antara mereka 3 teman semenjak SMA; Aku, Sukiz, Bayek. Sudah terlanjur membayar IDR 10rb, rugi kalau nggak jadi berangkat. Apalagi di akhir bulan gini uang segitu berharga banget untuk sekadar menyambung nyawa. Biarlah acaranya nggak jelas, yang penting dapat makan dan bisa refreshing. Upss, ketahuan deh motif utama berngkat. Kata kabar angin 10rb itu sudah dapat transport+makan besar. Siapa yang nggk mau coba?
Studio Metro aja di daerah Kebon Jeruk sono, uang 10rb aja ke sana pakai angkutan termurah sekelas kopaja aja nggak dapat pulang-pergi. Eh ini kendaraannya pakai Big Bird ber-AC full, ada tv, tempat duduk nyaman, plus sopir profesional. Maklum mini bus ini sehari-harinya dipakai antar jemput anak-anak ekspatriat Jepang yang bersekolah di sekolah internasional khusus jepang. Ditambah lagi entar juga dapat makan. Harga yang teramat murah untuk fasilitas yang diberikan. 
(Tapi panitia pastinya dapat bayaran lebih organisir penonton kayak gini, per kepala dapat kisaran 50-100rb. Eh jangan sebut penonton dong, biar gaya sebut saja Aktor figuran)

Tak perlu kaget, di perjalanan Jakarta macet seperti biasa. Keluar tol dari Bintaro masuk daerah permata hijau, kondisi jalan sudah macet parah. Diperparah klakson tiada henti ungkapan ketidaksabaran.
Memperparah gundah gulana para galauers saja, besok tanggal 20 lagi.(Nggak ada hubungannya)
Kalau naik sepeda motor agak ngebut dari Bintaro sampai ke fly over permata hijau kira-kira butuh 20 menit. Eh ini sudah lewat tol masih aja makan waktu hampir 45 menit.

Akhirnya sampai juga di kompleks studio MetroTV, tempatnya agak masuk ke dalam sih. Dekat rawa-rawa yang masih kosong. Beda sama studio Trans yang tepat dipinggir jalan ramai di kisaran Kuningan sana.
Tempat tak jadi masalah yang penting fasilitasnya. Fantastico, di studio MetroTV ada banyak karya seni. Dua patung besar dewi menari menyambut di pintu masuk. Sebegitu besarnya sampai tinggimu paling-paling di atas tumitnya lebih dikit. Di setiap koridor ada lukisan yang tak kalah keren. Propeti di semua ruang juga unik-unik, desain interior yang memukau.

Sesampai studio kita langsung disuguhi makan. Walau makanan kotak tapi bagi anak kos menu ini tetap perbaikan gizi. Sambil nunggu sesi shooting dimulai, banyak galauers yang memanfaatkan untuk berfoto ria. Lumayanlah buat kenang-kenangan sekaligus bahan cerita untuk keluarga di rumah. Ibuu... anakmu akan masuk TV Ibuuu. Walau mungkin cuma kelihatan kepala doang, sekilas lagi.
Pegawai di sana juga ramah-ramah. Ngobrol santai di sana senyaman di cafe kelas atas, apalagi disediakan kopi dan teh hangat self service. Oh 10rb yang tak sia-sia dikeluarkan dari dompet.


Tempat setting acara ada di lantai tiga. Yang patut mendapat jempol adalah ekskalator di sana hanya dinyalakan waktu ada yang pakai saja. Suatu penghematan energi yang patut diapresiasi.
Akhirnya kami bertiga mendapat tempat duduk di deretan paling depan dan terdekat dengan bintang tamu.
Sialnya baru lima menit duduk sudah diusir, kemudian disuruh menempati tempat duduk sebelah samping.
Memang sih tempat duduk sebelah samping kesempatannya lebih besar untuk kena shooting. Namun dari samping tidak bisa menikmati acara lelucon yang dibawakan para Komiks semisal Solih Solihun (Pembawa Acara), Asep Suaji, Raditya Dika, dan Acho. Kalau karena perintah pengarah acara saja bisa membuat trio ini tunduk, jangan panggil kami laki-laki. Sewaktu pengarah acara lengah kami duduk lagi ke banjar semula tapi barisnya agak ke belakang. Sadar atas sifat keras kepala tiga anak muda ini, pengarah acara menyerah. Dia menyuruh anak lain untuk duduk di samping bintang tamu. Yeah, like a boss. Kami bertiga duduk di bangku yang bisa dibilang paling dekat dengan bintang tamu dan paling nyaman untuk menonton jalannya acara.

Episode kali ini mengambil tema "Balapan ke Hatimu". Karena bintang tamu spesial yang diundang adalah pembalap cantik Alexandra Asmasoebrata.
Mbak Alex sudah mulai membalap semenjak kecil. Awalnya memang dia dipaksa oleh Ayahnya. Tapi seiring waktu berlalu, balapan menjadi hobi tak terpisahkan dari hidupnya.

Sepanjang acara berlangsung kami semua galauers dibuat tertawa terpingkal-pingkal dengan polah tingkah para Komiks. Galau, lewat deh. Berganti senyum ceria karena emang pembawa acara Solih Solihun sangat interaktif kepada para audience. Asep Suaji senantiasa curi-curi kesempatan untuk menggoda mbak Alex, namun selalu berakhir dengan ejekan dari dari Komiks yang lain terutama Raditya Dika. Walau judulnya Galau Nite, namun acara ini malah sukses bikin kegalauan hilang. Tertawa terus deh bawaannya.
Kejadian paling absurd adalah ketika Solih Solihun gencar mengiklankan Bla*ckbe**y playbooknya, ternyata gadget itu nggak nyala-nyala. Akhirnya dari pada kelamaan nunggu, pengarah acara menyobek skrip kertas yang dia bawa. Sobekan itu kemudian ditaruh di atas playbook 'canggih' itu. Saat membacanya juga harus berhati-hati supaya nggak kesorot kamera. Eaaa, percuma punya alat baca digital bagus tapi pada akhirnya pakai kertas manual. Karena kejadian ini aku jadi paham, apa yang ditampilkan di layar TV itu tergantung motif penyiarnya. Kalau ingin promosi, ya jelas yang ditayangkan bagus-bagusnya. Tapi kalau ingin ngejatuhin citra pemerintah, ya tiap hari ditayangin jelek-jeleknya terus.Media memang sangat efektif untuk membolak-balikkan kaca mata perpektif. Gini ni contohnya:


Panasaran juga bagaimana hasil shooting pada hari itu setelah diedit dan ditayangkan. Kalau kalian juga penasaran ikutan saja nonton galau Nite setiap hari Sabtu pukul 22.30. Mari jadikan kegalauan kita sebagai pemacu untuk lebih produktif. Salam Galau!!!!


Read more...
Wednesday, 18 April 2012

Manusia di Netizen dan Citizen

0 comments
Dunia ini tak cukup luas lagi untuk menampung kehidupan manusia.
Manusia menginginkan lebih. Lebih bebas, lebih luas, dan lebih efisien.
Oleh karena itu dunia maya menjadi primadona bagi masyarakat masa kini.
Bisa dikatakan hampis semua generasi muda jaman sekarang punya akun dunia maya.
Akun (account) ini kalau di dunia nyata bisa dikatakan sebagai alamat.

Netizen, begitulah kehidupan sosial yang berada di dunia maya itu disebut.
Hidup di netizen, seseorang juga harus mempunya identitas.
Layaknya di citizen penduduknya harus punya KTP, SIM, akte kelahiran dan kartu identitas lain.
Bersemayam di netizen pun masyarakat juga harus beridentitas, yang ditunjukkan dengan profil.
Namun tentu saja aturan di netizen ini tidak seketat di citizen dalam mengisi biodata.
Seseorang bisa menuliskan namanya sebagai  Barack Obama bahkan memakai fotonya.
Padahal mungkin saja dia seorang bintang iklan yang menawarkan, "kuliah, di BSD aja!"

Karena kelonggaran itulah, netizen sering menjadi tempat pelarian dari realita.
Seseorang bisa menjadi sisi lain dirinya di netizen.
Memang di netizen juga terikat norma dan nilai-nilai masyarakat layaknya di cityzen.
Bila di dunia nyata bohong atau mengumpat adalah termasuk tindakan tidak terpuji,
begitu pula di netizen hal itu termasuk perbuatan tidak terpuji.
Namun perlu diingat bahwa netizen lebih longgar. 
Seseorang bisa memakai identitas orang lain tanpa ketahuan identitas aslinya.
Sehingga lebih rawan terjadi tindak kejahatan.
Seseorang bisa memakai identitas palsu untuk menjahati orang lain.

Namun kelonggaran itu tidak selamanya negatif.
Ada juga hal postif yang bisa terjadi saat orang menggunakan identitas lain.
Yaitu seseorang bisa mengembangkan kepribadian baiknya.
Misalnya sesorang yang punya masalah inferior komplek bisa memulai terapi lewat dunia maya.
Pertama dia membuat sebuah akun sebuah media sosial semisal facebook.
Kemudian dia bisa mulai membangun "image" barunya di dunia maya.
Belajar sedikit demi sedikit untuk berkomunikasi dengan teman baru.
Sehingga kepercayaan diri dalam bersosial semakin tumbuh.
Sekarang facebook juga dilengkapi dengan video call.
Tentu hal itu bisa lebih menjadikan suasana berkomunikasi senyata tatap muka langsung.

Setelah kepercayaan diri terbentuk di netizen, kemudian bawa skill baru itu ke citiizen.
Tidak ada gunanya bila hasil latihan itu hanya berlaku di dunia maya saja, kita hidup di dunia nyata.
Netizen juga menunjang seseorang untuk berkomunikasi dengan komunitas lain tanpa batas.
Batasan ruang dan waktu berhasil dilampaui.
Orang yang tinggal di pelosok Merauke bisa saja bertetangga dengan seseorang di Roma.

Manusia modern tidak bisa lepas dari dua dunia ini.
Bukan hanya dunia nyata, dunia maya juga menjadi sama pentingnya.
Untuk jadi manusia modern memang harus bisa untuk hidup di dua dunia ini..
Untuk jadi orang bijak, harus bisa menyeimbangkan kehidupan di dua dunia ini.
Read more...
Saturday, 14 April 2012

Puisi Sabtu Malam

0 comments
Tribute to Galauers

Pucat pasi.
Wahai rembulan,
ada apa gerangan?

Sinarmu membiru.
Bukan merah keemasan tersipu.
Wahai rembulan,
ada apa gerangan?

Engkau merasa sendirian.
Wahai rembulan,
itukah kau rasakan?

Walau mentari
tiada pernah menjumpai.
Wahai rembulan,
bukankah di sekitarmu banyak bintang?

Berjuta bintang yang selalu temanimu
dalam pekatnya gelap malam.
Wahai rembulan.

Walau sinar bintang-bintang
tak seterang mentari,
tapi kehadirannya selalu ada
untukmu wahai rembulan.


Read more...

Dua Tanggo Menggila

0 comments
Akhir pekan ini liga-liga Eropa kian memanas. Musim menjelang akhir, sementara perebutan takhta klasemen masih ketat. Namun kali ini saya tidak berbicara masalah tim-tim itu. Ada suatu hal yang menarik dari profil dua pemain Tanggo. Pemain penyandang nomor 32 dan 16 di Manchester City, Carlos Teves dan Sergio "Kun" Aguero.


Duet striker maut itu berhasil memporakporandakan pertahanan Norwich City. Kemenangan besar 6-1 berhasil menipiskan jarak dengan rival sekota menjadi 2 poin. Tapi MU sebagai pemuncak kelasemen masih puna cadangan 1 permainan.


Khusus untuk Teves, ini merupakan come backnya ke performa puncak setelah menjalani hukuman dari Mancini. Teves mencetak Hattrick dan satu assist. Bahkan golnya terbilang spektakuler. Tendangan jarak jauh.
Assist dengan tumitnya juga berkelas.


Aguero tak kalah mentereng. Kerjasamanya bersama Teves berhasil menghasilkan 2 gol. Permainan individunya juga membuat defender Norwich kocar-kacir. Sungguh pekan ini merupakan pekan keemasan 2 striker timnas Argentina itu.





Read more...

Ketika Sektor Pertanian Mempunyai Harapan Cerah

0 comments

Berbagi Ilmu Pengantar Mikroekonomi
Barang sektor pertanian memang kebanyakan inelastis, baik dari permintaan dan penawarannya.
1. Bila permintaan akan barang pertanian meningkat, petani tidak bisa segera memenuhinya karena tentu saja butuh waktu tanam dan musim yang cocok untuk menanam komoditi tersebut. Ini yang disebut penawaran barang sektor pertanian inelastis.
2. Bila penawaran barang pertanian di pasar berlebih sehingga harga jadi turun, petani tidak bisa menyimpan barang-barang pertanian itu untuk disimpan di kemudian hari dengan harapan supaya harga kembali stabil. Tentu saja hal ini karena barang-barang pertanian mudah busuk. Hal ini yang disebut permintaan barang sektor pertanian inelastis.

Permasalahan tidak sesederhana itu. Bila kita analisis secara grafik,  pada no. 1 yaitu penawaran yang bersifat inelastis, kenaikan permintaan akan barang pertanian sedikit saja bisa menaikkan harga sejumlah 3 kali lipat. Tentu hal ini akan memicu inflasi yang tinggi.
                 Penawaran Inelastis sebelah kiri
Sedangkan pada no. 2 yaitu permintaan yang bersifat inelastis, kenaikan penawaran akan barang pertanian sedikit saja bisa menurunkan harga sejumlah 3 kali lipat. Tentu saja petani akan sangat merugi. Petani juga dibingungkan dengan pilihan menjual barangnya saat itu juga dengan konsekuensi harga sangat rendah atau menjualnya di kemudian hari sampai harga stabil yang entah kapan dengan resiko barang pertaniannya busuk.
                Permintaan inelastis sebelah kanan

Melihat kenyataan seperti itu jadi miris melihat nasib petani. Produksi (panen) kebanyakan nanti harganya turun drastis. Bila pasar kekurangan pasokan kemudian harga melambung, petani saat itu tidak bisa dengan mudahnya mengucapkan "bim salabim jadi apa prok prok prok" kemudian tersedialah barang-barang pertanian. Tentu dengan sebab ini kita bisa maklum bila melihat langkah pemerintah segera mengimpor barang-barang sektor pertanian bila terjadi kelangkaan di dalam negeri. Supaya harga tidak semakin melambung dan inflasi meninggi.


Masuk ke pokok diskusi gan, lalu bagaimana kita sebagai generasi muda menyikapi hal ini?? Adakah suatu solusi??
Seperti kata pepatah "if there's a will, there's a way" dilanjut dengan kata Naruto supaya lebih afdhol  “Aku tak akan menarik kembali kata-kataku, karena itulah jalan ninjaku” .  Kita sebagai generasi muda marilah berusaha berpikir untuk mencari solusi tentang permasalahan bangsa. Hasil pemikiran itu jangan disimpan sendiri tetapi komunikasikanlah supaya bisa diikuti oleh pihak lain yang mungkin setuju dan mendukung pemikiran kita itu. Bisa secara lisan atau tulisan. Semakin banyak dukungan akan semakin baik bagi suksesnya ide itu. Mungkin dalam penerapan ide yang telah kita sampaikan itu akan muncul banyak kendala. Tapi coba ingat-ingat Naruto yang pantang menyerah, dia tidak akan menarik kembali kata-katanya. Demikianlah kita seharusnya bersikap.
 

Bagaimana menyelesaikan masalah sektor pertanian itu??
Oke back to the case.  Dengan berbagai masalah tadi tampaknya bidang pertanian sangat tidak menguntungkan. Oo tidak bisa, jangan salah gan! Memang bila sektor pertanian dikelola secara tradisional kemungkinan untuk berhasil menghadapi masalah-masalah di atas tadi kecil. Namun bila sektor pertanian sudah dijadikan "industri" bukan sebatas kegiatan individu lagi pertanian bisa menjadi sektor yang menjanjikan. Solusi ke arah industrilisasi pertanian itu bisa dimulai dengan pembentukan organisasi bisnis yang menaungi petani. Seperti apa organisasi bisnis itu? 

Pada UUD 1945 pasal 33 ayat 1 sudah jelas dikatakan "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan". Ya, sekarang jelas bahwa Koperasilah organisasi  bisnis yang sesuai dengan amanat konstitusi.  Bukan sekadar koperasi yang biasanya kita tahu di sekitar kita dengan image yang  tidak menarik, cuma buat simpan pinjam, hanya bagi orang-orang tua dan berbagai stigma buruk lain yang mungkin ada di benak kita. Koperasi pertanian ini haruslah profesional. Kita bisa berguru pada waralaba semisal indomart atau alfamart. Mereka sukses mengembangkan bisnis dan cakupan pasarnya di mana-mana. Petani jangan langsung menjual hasil pertaniannya secara mentah. Lebih baik di olah dulu, misal saja kedelai dijadikan tempe, tahu, susu kedelai, snack. Tahu hasil itu bisa dijadikan tahu kremes. Tempe bisa dibuat burger tempe atau steak tempe. Snack bisa diberi nama dagang sendiri. Jadi kita menambah nilai guna pada barang-barang pertanian itu.  Selain itu bila diolah barang-barang pertanian bisa menjadi tidak cepat rusak. (Tentu saja ide2 untuk membuat berbagai olahan makanan ini juga diperlukan, semangka saja bisa dijadikan kripik, siapa tahu suatu saat nanti akan bisa dibuat kripik-kripik lain dari bermacam bahan-bahan pertanian itu).

Koperasi pertanian itu beranggota petani-petani yang ada di suatu wilayah untuk memasok kebutuhan bisnisnya. Hasil keuntungan koperasi itu pada akhir tahun dibagi pada anggota-anggotanya kembali. Dengan demikian mereka akan mendapat tambahan penghasilan dan mendapat kepastian harga jual, karena tentu saja kelebihan penawaran barang-barang pertanian tadi bisa tertampung di Koperasi pertanian.

Selain bergerak di bidang jual-beli hasil olahan barang pertanian, Koperasi    ini juga menyelenggarakan penyuluhan tentang cara-cara bertani yang modern. Tenaga penyuluh ini diambil dari sarjana bidang pertanian. Tentu saja ini akan menyerap banyak tenaga kerja. Koperasi ini (yang selanjutnya kita sebut saja "Koperasi Agraria" biar keren) juga menyelenggarakan kegiatan simpan-pinjam. Petani bisa menginvestasikan kelebihan uangnya untuk kemajuan koperasi dengan imbalan berupa bagi hasil di akhir tahun juga bisa meminjam uang untuk pengembangan usaha pertaniannya dengan bunga rendah tentunya.
 
Demikian suatu konsep yang saya tawarkan, tentu saja konsep seperti ini tidak akan terwujud bila tidak ada "agen of change". Kita sebagai generasi mudalah yang mungkin telah mendapat ilmu atau pengalaman organisasi dan tak lupa jiwa sukarela ingin memajukan bangsalah yang seharusnya bergerak terdepan bila kita sudah terjun ke masyarakat nanti. Kita para anak muda yang beruntung memperoleh pendidikan, marilah kita berbagi pengetahuan yang kita miliki sekecil apapun itu untuk mencoba menyelasaikan masalah bangsa. Mungkin memang berasal dari ide yang oleh sebagian orang dianggap ide kecil, tapi nilai suatu ide itu sebenarnya seberapa banyak ide itu dilaksanakan. Jadi tidak ada ide kecil sepanjang kita berusaha mewujudkan ide itu.

Read more...

Sepenggal Kisah dari Panti Asuhan Kasih Bunda

3 comments

Martani begitulah orang tuanya memberi dia nama. Ya, cukup Martani saja. Tidak perlu ada tanda "*" (bintang kecil) yang menunjukkan syarat dan ketentuan berlaku seperti di iklan-iklan. Nama yang menunjukkan harapan orang tuanya supaya kelak dia jadi seorang pendidik.

Tidak berlebihan jika orang tua Martani sangat berharap pada sosok anak lelakinya ini. Dia anak tunggal dari keluarga yang mengelola sebuah panti asuhan. Walau mengelola sebuah panti, namun tidak bisa dikatakan jika keluarga Martani adalah keluarga yang berlebih.
Mereka hidup pas-pasan sambil terus berusaha mempertahankan kegiatan operasional panti tersebut.

Sejak membaca suatu buku di perpustakaan SMA Wetan Kulon, Martani terlihat galau tiap mendapat giliran mengasuh anak-anak di panti. Yang jelas bukan kegalauan yang ramai disebut-sebut para remaja seusianya. Wajar Martani tidak tertarik membaca novel romansa di perpustakaan. Dia lebih suka mebaca buku-buku tentang pola asuh anak di berbagai kebudayaan dan kondisi sosial masyarakat. Bekal untuk memajukan metode pengasuhan anak di panti asuhan yang kelak akan diwarisinya.

Panti asuhan Kasih Bunda, merawat 13 anak kecil yang mempunyai rentang usia 2-6 tahun.

Perlu strategi khusus nan kompleks menghadapi anak-anak seusia itu. Mungkin saja suatu saat salah satu dari anak-anak itu terjatuh sendiri saat bermain kejar-kejaran, apa yang akan kamu lakukan?
Si A menolong si anak sambil berkata, "Sudah dibilang jangan lari-lari! Tuh, jatuh kan!"
Si B menolong si anak sambil berkata, "Idih batunya nakal ya! Sini kakak balaskan."
Si C menolong si anak sambil berkata, "Hmm nggak apa-apa, nggak sakitkan, Cuma segitu."
Si D diam saja hanya mengulurkan tangannya, membiarkan si anak berusaha bangkit sendiri untuk menggapai lengan si D.

Mungkin apa yang dilakukan A, B, C, D itu kamu anggap biasa atau bahkan kamu juga pernah mempraktekkannya. Respon yang wajar dan umum dijumpai dalam masyarakat. Namun tidak demikian dengan Martani. Karena dia beberapa kali membaca buku tentang pola asuh anak, Martani jadi mengerti bahwa tiap perkataan dan tingkah laku yang ditujukan pada anak-anak akan berpengaruh sangat besar bagi perkembangan anak tersebut.

Menurut pengamatan dan analisis Martani dari hasil baca-baca di perpustakaan keempat kasus tadi bisa menyebabkan hal berikut.
Pada kasus si A, anak akan belajar menganggap dirinya selalu bersalah dalam kehidupannya. Lama-kelamaan anak akan takut mencoba melakukan sesuatu, karena tiap kali gagal selalu disalahkan. Kepercayaan dirinya pun tidak bisa muncul.
Pada kasus si B, anak akan belajar menyalahkan kondisi sekitarnya sebagai pembenaran atas dirinya sendiri saat menghadapi kegagalan. Anak tidak mau instropeksi dan cenderung mau menang sendiri.
Pada kasus si C, memang ini bertujuan membuat supaya anak tidak cengeng. Namun dalam taraf tertentu hati anak akan menjadi keras. Anak akan memandang kesulitan orang lain dengan sesuatu yang sepele. Anak akan menjadi tidak peka dengan kesusahan yang dialami orang lain. Tentu orang tua mana pun tidak mau anaknya tidak peka saat mereka sudah tua nan sakit-sakitan.
Pada kasus si D, memang bertujuan supaya anak menjadi mandiri. Tidak tergantung pada orang lain dan bisa bangkit sendiri dalam menghadapi masalah. Namun hampir sama dengan kasus si C, pada taraf tertentu sikap individual anak akan meningkat. Anak akan belajar berpikir urusanmu ya urusanmu, sedangkan urusanku ya urusanku.

Martani yang masih duduk di bangku sma galau bukan kepalang memikirkan apa yang akan dilakukannya dalam mengasuh para adik-adiknya di panti. Di tengah renungan galau yang mencapai asik-asiknya, tiba-tiba terdengar bunyi gedebuk di ruang tamu. Angga, anak asuh yang berusia 5 tahun terjatuh. Sikunya lecet dan memar. Belum juga menemukan jawaban dari pertanyaan yang tadi menggelayuti, Martani sudah dihadapkan dengan peristiwa nyata.

Akhirnya Martani memilih menggunakan metodenya sendiri, bukan metode paten yang sudah teruji secara ilmiah di debat parenting west vs east sih. Tapi paling tidak dia menuruti hati nuraninya dan menggunakan nilai yang dia peroleh dari orang tuanya. Warisan kebudayaan sendiri. Martani segera menghampiri Angga.
Martani sambil tersenyum dan memegang pundak Angga, "mana yang sakit?"

Angga masih menangis terisak, "lutut kak."
Martani segera mengambil plester luka dan menempelkannya di luka Angga setelah lebih dulu dibersihkan.
Kemudian Martani berkata, "Nah sudah kakak obati. Tapi tidak bisa dipakai main gobak sodor dulu ya. Andini, Chandra, Nesti karena Angga belum bisa berlari jadi ayo main tebak-tebakan nama bendera negara. Seperti biasa kakak jurinya."

Martani mencoba mengalihkan perhatian Angga dari rasa sakitnya dengan mengajaknya melakukan permainan menyenangkan lain. Baginya selalu ada untuk anak-anak adalah hal yang harus dilakukan. Mereka butuh kasih sayang. Mungkin sebagian pendapat akan mengatakan bahwa hal ini akan membuat mereka tidak mandiri. Tapi Martani tidak peduli, dia akan selalu bersikap sebagai teman sebaya, kakak, sekaligus guru bagi anak-anak itu. Mungkin Martani tidak menjadi sosok "sempurna" dalam menjalankan tiga perannya itu, namun dia akan terus mencoba supaya bisa menjadi sosok yang "terus berusaha" demi anak-anak itu. Dia juga percaya kemandirian tidak hanya bisa dilatih saat anak mengalami kecelakaan seperti ini saja. Justru kemandirian saat sehat seperti mampu merapikan tempat tidur sendiri, mampu gosok gigi dan memakai baju sendiri akan lebih efektif membentuk karakter kepribadian anak-anak ini. Dalam hening setelah tangis reda sedari diobati  tadi  Angga berkata, "Iya kak, kalau nggak merasakan sakit kan kita nggak tahu nikmatnya sehat."
Read more...

Hero

0 comments

Call her a Hero
We got a million, She wants zero
for us, never she know the pain nor sorrow
for her, forever we're kept in huge alongside we grow

Call her Mother
Thrice for Mother, Once for Father
Oh God, If I had could live forever
I would have spent all my life making them feel better


Read more...
Friday, 13 April 2012

Love vs Falling in Love

0 comments

All I wanna do is find a way back into love
I can’t make it through without a way back into love
And if I open my heart to you
I’m hoping you’ll show me what to do
And if you help me to start again
You know that I’ll be there for you in the end
(Jakarta, 5 July 2011 03:30)

Read more...

Hitung Mundur

0 comments

tik tik tik
detak detik-detik
mentari terbenam-terbit
aku pun terbirit-birit

lari lari dan lari
lenyap rasa sepi
kalender 2011 berganti
senyum pun berseri-seri

waktu terapit dua minggu
lepas temali rantai rindu
habiskan termanfaat waktu
teman, keluarga, padaMu

Jakarta, 12/17/2011

Read more...

Curcol Kisah Cinta Dosen

0 comments


Dari perawakannya, beliau nampak sebagai lelaki berumur 55 tahun lebih.
Namun kalau melihat semangat dan keceriaannya, tak kalah deh sama mahasiswanya.
Dosen Akuntansi Pemerintahan ini tak suka bila disebut sedang memberikan kuliah.
"Sekarang ini bukan kuliah, tapi silaturrahmi", ujar beliau pada sesi tatap muka pertama. Menurut beliau silaturrahmi itu bisa memperpanjang umur. Akhirnya ketua kelaslah yang mendapat tugas mengingatkan agenda silaturrahmi pak dosen ini setiap akhir pekan. (-.-')a

Karena menurut beliau akuntansi itu mudah, debit-kredit doang, maka beliau lebih suka membagi pengalamannya dibanding membahas buku. Dulu beliau kuliah di suatu kampus di daerah Bintaro. Sudah menjadi rahasia umum bila di kampus itu rasio wanita dibanding prianya sangat timpang. Persaingannya ketat bila ditilik dari statistik. Tapi bukan karena itu beliau memilih untuk mencari calon dari kampus lain.
Kata beliau, "Anak akuntansi selalu berhitung laba-rugi." Oleh karena itu pak dosen muda tidak mencoba cari dari kampus sendiri. Yah kayaknya alasan beliau doang untuk ngeles nggak laku di kandang sendiri. Ternyata beliau menaruh hati pada gadis jurusan sastra kampus sebelah.

Andai jaman dulu ada twitter, pasti twit line dosen muda ini dipenuhi twit-twit galau. Nggak bisa bayangin pak dosen yang rambutnya disemir alami warna putih ini nulis :
"Andai kamu pendapatan, aku rela jadi beban. Agar tiap periode kita selalu disandingkan #NoMention"
"Pencatatan jurnal itu menggunakan double entry. Aku berharap namaku dan namamu yang mengisi jurnal-jurnal cinta itu #NoMention", ....dst.
Nggak usah dibayangin lagi deh. Dulu adanya surat menyurat, ngak lucu jugakan nulis surat untuk #NoMention. Terus bagaimana pak pos mau ngirim suratnya?

Setelah mengumpulkan segenap keberanian pak dosen muda memutuskan untuk menyatakan perasaannya. Kertas warna merah muda dibeli. Kentara banget kalau kebanyakan nonton film, termakan sugesti warna pink itu warna cinta. Padahal kata pepatah cinta itu buta. Terus ngapain juga pakai pilih-pilih warna segala. hehe
Oke surat telah jadi. Dibungkus amplop pink juga, disemprot dulu pakai parfum biar wangi. Tinggal dititipin ke kenalan si wanita idaman. Pak dosen menunggu laporan tukang pos dadakan sambil nongkrong di daerah gerbang kampus. Beberapa jam berlalu si pengirim surat akhirnya nongol juga. Langsung membawa surat balasan.
"Goz, ini balasan suratmu", kata si penghubung.
Pak dosen muda tak menyangka surat pernyataan cintanya langsung mendapat balasan secepat itu. Sebenarnya dia cuman berharap si penghubung memberi laporan bahwa suratnya telah sampai doang. Nggak perlu balasan secepat ini. Hati dosen muda dag dig dug tak menentu. Terlalu gerogi dia untuk melihat surat balasan itu.

"Ini ambil! Jangan bengong oi", sahut si pengantar surat membuyarkan kegalauan pak dosen muda.
"Ini kan amplop suratku tadi, kok dikembalikan"
Pak dosen muda heran suratnya dikembalikan lagi. Amplopnya sudah tidak tersegel, pertanda surat itu sudah dibuka.
"Balasan suratmu ada di dalam, aku pergi duluan ya", kata si penghubung sambil berlalu.
dag dig dug...
Diterima nggak ya??
dag dig dug...
Tangan dosen muda bergetar ringan, seolah ada gempa lokal 4 Richter.
dag dig dug...
Amplop mulai dibuka. Masih kertas yang sama.
"Ieu mah susuratan aing tadi", keluar logat asli dosen muda karena terkejut.
Pikirannya kosong sejenak. Diambil kertas pink yang masih tercium wangi mawar itu, amplop sudah tercampakan ke tanah. Ada coretan-coretan segar, jawaban atas perasaan dosen muda kah? Ada tambahan tulisan besar yang dilingkari.
"Belajar EYD lagi ya!"
Ternyata surat dosen muda dikoreksi habis-habisan oleh mahasiswi jurusan sastra Indonesia pujaannya itu.
Sebenarnya masalah EYD bukan perhatian utama anak sastra itu.
Tapi karena kesalahan dosen yang terlalu mendasar, menulis "di hatiku" menjadi "dihatiku", mengeja "kegundahan" menjadi "ke gundahan", "siapa pun" menjadi "siapapun", dll. maka dosen muda mendapat peringatan yang cukup menyakitkan. Disuruh mengulang pelajaran EYD lagi semasa SMA. Selain itu ada tulisan yang kesemuanya ditulis dengan huruf kapital.
"BACA KARYA KAHLIL GIBRAN, KEINDAHAN TULISANNYA MEMUKAU"
Kalimat per kalimat dosen muda mendapat koreksi bagaimana seharusnya tulisan yang indah itu. Keindahan dari segi sastra. Cara penolakan yang cukup nyesek. Gontai, dosen muda pun berjalan pulang.

Sedih karena ditolak itu cukup 3 hari saja. Kalau bisa sih kurang dari itu. Cinta itu seperti sillaturrahmi, jadi kalau silaturrahmi putus saja maksimal 3 hari untuk menyambungnya kembali. Demikian pula kalau cinta ditolak, cukup 3 hari untuk pulihkan diri. Prinsip itulah yang dipegang dosen muda. Sok bijak dia menasihati dirinya sendiri.
Mengapa harus sedih kalau dia menolakku?
Aku hanya kehilangan orang yang tidak pernah mencintaiku,
tapi dia kehilangan orang yang sangat mencintainya.
Dia kehilangan orang yang mau berbuat apa saja
hanya untuk sebuah senyum di wajahnya.

Dia kapok mendekati anak jurusan sastra. Menurut pak dosen, anak sastra itu selalu tidak puas akan keindahan. Perjalanan hidup pak dosen muda terus berlanjut. Takdir membuatnya bertemu dengan seorang mahasiswi jurusan ilmu pasti. Tampaknya mereka berdua saling cocok. Paling nggak jurusan ilmu pasti cintanya penuh kepastian. Seperti hukum Newton III, dimana ada aksi di situ ada reaksi. Cinta itu dua arah, saling memberi dan menerima. Sekarang beliau telah menikah dengan wanita dari jurusan ilmu pasti itu. Hidup bahagia, semoga semoga selalu bahagia.
----------------------------------------------------------------------------------
Begitulah curcol dosen pada suatu sesi kuliah kelas kami, 2"beep" Akuntansi. Bukan berarti penulis menganjurkan untuk meniru dosen ini dalam hal berpacaran. Namun ada nasihat lain yang bisa diambil. Khususnya bagi teman-teman yang mungkin memilih untuk berpacaran dulu. Tolonglah jangan bertindak annoying  mengumbar masalah kalian di media umum. Semua orang pasti punya masalah, yang membedakan kualitasnya adalah bagaimana orang itu menyelesaikan masalahnya. Dengan mengumbar masalah hubungan kalian tidak akan pernah ada kemajuan dalam pemecahan masalah itu. Banyak negatifnya lah bersikap kayak gitu. Kalau memang perlu bantuan atau nasihat dalam menyelesaikan masalah, ya bilang aja ke orang tertentu. Jangan ditulis di status atau twit seakan minta belas kasihan dunia. Tapi percayalah, ujung jalan keluar dari masalahmu tergantung pada dirimu sendiri. Orang lain hanya pengiring, sebagai peran pembantu. 
Read more...

Accounts Receivable, Notes Receivable, dan Hubungan Manusia

0 comments

Receivable atau biasa diindonesiakan sebagai piutang terlahir dari suatu bentuk kepercayaan. Tanpa kepercayaan seorang pebisnis tidak mungkin berani merelakan barang atau jasanya dijual secara kredit. Dalam kejadian ini, secara akuntansi dicatat berbentuk Receivable dalam jurnal pebisnis tadi. Nah, Receivable ini ada dua macamnya. Accounts Receivable dan Notes Receivable.

Perbedaan dari kedua jenis Receivable tadi terletak pada perjanjian saat terjadinya peristiwa tersebut. Accounts Receivable perjanjian dilakukan secara lisan, sedangkan Notes Receivableperjanjian dilakukan secara tertulis. Lalu, menurut anda manakah yang lebih baik digunakan oleh seorang pebisnis?
Mungkin dalam sudut pandang bisnis, dengan keilmuan saya yang masih terbatas  akan sulit menentukan mana yang lebih baik. Berdasar pemahaman keilmuan saya, sampai saat ini kedua-duanya baik karena akan meningkatkan asset kita. Asal bisa ditagih saja, tidak ada yang kena write off. Saya tidak berani berkomentar lebih jauh tentang Receivable ini karena memang ilmu yang saya peroleh masih kurang. Hehehe

Namun bila sudut pandang tentang Receivable itu saya kaitkan dengan filosofi hidup hubungan antar manusia  akan lain ceritanya. Kalau dalam bidang ini saya berani memberi pandangan saya lebih jauh. Karena filosofi kemanusiaan seperti ini  tidak bisa dipatenkan keilmuannya dalam buku. Setiap orang bebas memberikan pandangan sesuai dengan latar belakang kehidupannya. Tidak ada yang salah. Receivable saya samakan dengan hubungan antar manusia karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang secara alami tergerak untuk membalas budi. Jika menerimasuatu budi dari orang maka kita akan menganggapnya "utang budi". Menggunakan logika terbalik maka bisalah kita membuat suatu teori jika kita memberi budi kepada orang lain maka kita akan menganggapnya "piutang budi" dengan asumsi orang yang kita beri budi (jasa) itu adalah orang baik yang bersikap alami sebagai manusia yang ingin balas jasa.
Langsung saja contohnya biar lebih paham dengan pemkiran penulis. Budaya membantu Baduwi mengerjakan PR secara ikhlas. Budaya adalah seseorang yang selalu ikhlas menolong sesamanya. Sedangkan Baduwi adalah orang dengan jiwa besar yang selalu ingin membalas dengan kebaikan, perlakuan buruk kepadanya pun dibalas dengan kebaikan apalagi perlakuan baik. Pasti akan dianggap sebagai suatu "utang budi". Nah di buku jurnal Baduwi kini telah dicatat "pertolongan" pada "utang budi". Tentu bolehlah  di buku jurnal Budaya kita asumsikan bisa menulis "piutang budi" pada "pertolongan".
Asumsi yang kita gunakan pada tulisan ini bolehlah disebut Receivable and Payable Theory in Life.


Accounts Receivable bisa dianalogikan layaknya orang berpacaran. Kita memberikan kepercayaan rasa cinta kita berdasarkan ikrar lisan. Tidak perlu ada saksi. Jadi tidak ada kekuatan hukum. Mungkin anda berfikir cinta yang berdasar kepercayaan saja yang terbaik, lebih terasa ketulusannya. Tidak perlu ada sesuatu yang mengikat secara resmi. Memang tulus dan percaya itu baik, namun bila seandainya Accounts Receivable Cinta yang anda berikan itu kemudian tidak dikembalikan bagaimana? Yah, tentu akan sangat kecewa bukan. Ini namanya bukan suudzon melainkan waspada. Tidak ada yang menjamin apa yang akan terjadi di masa depan.

Notes Receivable bisa kita padankan dengan orang yang menikah. Kepercayaan rasa cinta yang kita berikan selain disetujui secara lisan juga harus ada bukti fisik yang mempunyai kekuatan hukum. Selain dokumen, bisa juga menggunakan saksi. Apakah perasaan seperti ini tulus harus dicatat pakai dokumen resmi segala? Wah, justru levelnya lebih dari sekadar tulus. Dengan adanya Notes Receivable itu sudah mewakili komitmen kedua belah pihak. Komitmen untuk sama-sama beritikad baik memenuhi perjanjian mereka.
Sebagai laki-laki saya lebih memilih menggunakan Receivable tipe ini. Suatu saat saya akan berutang pada seorang wanita sebuah harta yang disebut cinta. Karena saya begitu ingin menghormati hak-hak wanita yang telah memberikan piutang cinta itu tentu saya tidak akan bertindak yang cuma omong doang. Harus ada Notes Receivable yang dicatat oleh wanita tadi sebagai itikad baik saya, sebagai pihak yang berutang, untuk menjaga ketenangan hatinya. Tentu saya tidak ingin membuat wanita khawatir.
Berkaitan dengan catat-mencatat utang-piutang ini Allah swt. Berfirman,
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis diantara kamu menuliskannya dengan benar…" (Al-Baqarah: 282)

Bila penulis ditanya mana yang dipilih diantara Accounts Receivable atau Notes Receivable, tanpa kebimbangan Notes Receivablelah yang akan dipilih.
Read more...

Labels

 
The Ledger © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here