Wednesday, 22 May 2013

Revitalisasi Pasar Tradisional Melalui Manajemen Berbasis Pariwisata

0 comments
 
Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Read more...
Sunday, 17 March 2013

1. Senja Pertama Karimunjawa

0 comments

Sore itu serasa di dalam lukisan seorang maestro. Perpaduan merah, kuning, biru tua yang serasi. Gradasi warna jingga di riak gelombang laut. Gulungan keemasan awan yang mulai diterkam kegelapan. Yang menyadarkanku bahwa ini bukan lukisan adalah angin ini. Bukan lagi sekadar angin yang sepoi-sepoi. Melainkan angin laut yang berhembus kencang menerjang pulau kecil di utara Jawa, Karimunjawa.

Para pemancing di dermaga sudah beranjak pulang. Menjawab sayup kumandang adzan surau kecil di sana. Senyum tipis gembira membawa hasil tangkapan. Laut sedang berbaik hati pada mereka. Tiada alasan lagi bagiku untuk tetap bergeming di dermaga. Dingin angin laut tidak bersahabat padaku yang pendatang ini. Secara fisik dingin ini tidak sebanding dengan AC ruang kelas di Jakarta. Tapi entah kenapa dingin ini lebih terasa menyiksa. Seolah karimunjawa bersikap tak acuh kepadaku. Bersikap dingin melalui tamparan angin pada anak lelaki yang tersesat oleh cita-citanya. Saat itu kesan pertamaku, aku tidak diterima.

Para orang tua menggandeng anak mereka pergi ke surau. Suatu harmoni cinta dalam keluarga yang terpancar. Ayat-ayat Tuhan terlantun syahdu dari surau. Menentramkan hati setiap pendengarnya. Senyum penduduk terpancar ramah kepada kami para pendatang. Kami menunaikan ibadah bersama, bersimpuh kepada Tuhan Yang Maha Esa. Belakangan aku menyadari bahwa sebenarnya Karimunjawa menerima hangat siapa saja yang datang padanya. Hanya saja pendatang yang datang sendiri seperti aku sering mengalami syndrome. Syndrome terasing di tempat baru dengan suasana sunyi dan syahdu. Pada suasana seperti ini kerinduan kita akan rumah akan bertambah beberapa kali lipat. Kenangan-kenangan bersama keluarga mengalir dalam memori otak. Sehingga kita akan tergiring pada perasaan, "Tempatku bukan di sini, seharusnya aku ngobrol santai bersama keluarga di rumah."

Bulan terlihat cantik malam itu. Mengenakan gaun putih terang bercahaya bahkan mutiara iri kepadanya. Dia tiada malu menampakkan paras utuhnya. Menerangi kami para pendatang yang tanpa dikomando berkumpul di suatu tanah lapang. Lapangan bola yang disebut oleh penduduk sana sebagai Alun-alun kota Karimunjawa. Jaraknya sekitar satu kilometer dari dermaga. Pada malam hari alun-alun itu ramai oleh pendatang. Baik turis lokal maupun mancanegara. Semua berbaur menikmati sunyi malam dan indahnya wajah bulan. Tiada lengkap mengunjungi Karimunjawa bila belum makan malam di alun-alun. Makanan khas cita rasa Karimunjawa banyak dijual oleh penduduk asli di sana. Makanan paling menonjol adalah aneka seafood segar yang ditangkap pagi harinya. Ada beberapa makanan yang biasa dijumpai di Jawa seperti pecel, nasi goreng, dan sate. Namun andalan penduduk sini tetap pada cita rasa seafood segarnya. Ada minuman unik yang terbuat dari kelapa muda. Kelapa muda yang masih utuh kulitnya dipanggang di bara api. Kemudian diberi madu dan susu dan disajikan secara utuh bersama kulitnya. Jadilah minuman kelapa muda hangat campur madu dan susu. Sangat pas sebagai penghangat badan dari dinginnya angin malam yang berhembus kencang.

Bahasa tarzan lebih sering terjadi saat interaksi kaum pribumi dengan para pendatang berkulit putih terang. Penduduk Karimunjawa memang belum terlalu fasih menggunakan bahasa internasional. Namun hal itu tiada menjadi penghalang kegiatan sosial lintas negara ini. Alunan musik teralun dari pemutar musik digital salah satu kumpulan. Kalau tidak dari Eropa ya Amerika. Mereka bernyanyi semarak. Membuat semua kumpulan yang berada di alun-alun tersentak. Kami bernyanyi bersama:

Let me take you far away. You'd like a holiday
Let me take you far away. You'd like a holiday
.......
Longing for the sun, you will come
To the island without name
Longing for the sun be welcome
On the island many miles away from home

Saat itu aku sudah membaur dengan rombongan dari Universitas Sebelas Maret. Untung mereka mengajakku untuk bergabung di rombongan backpacker mereka. Sehingga sekarang kami menjadi satu tim terdiri dari lima lelaki dan 2 perempuan. Tak ingin kalah dari orang luar negeri, kami juga ingin menyumbangkan sebuah lagu. Akhirnya pilihan jatuh ke campursari karena sebagian besar memang berasal dari Solo.

Yo konco ning nggisik gembiro. Alerap lerap banyune segoro
Angliyak numpak prau layar. Ing dino minggu keh pariwisoto
Galo praune wis nengah. Byak byuk byak banyu binelah
Ora jemu jemu karo mesem ngguyu
Ngilangake roso lungkrah lesu

Makan malam hari itu akan menjadi salah satu makan malam yang paling berkesan dalam hidupku. Pada saat itu juga aku berujar janji dalam hati bahwa suatu saat aku pasti kembali. Suatu saat nanti, saat sendiri bukan lagi opsi. Menikmati senja nan indah Karimunjawa. Surau yang menentramkan dengan alunan ayat suciNya. Makan malam di bawah benderang purnama penuh romansa.
Read more...
Tuesday, 12 March 2013

AADC (Ada Apa dengan Cita)

0 comments
Kalau ditanya tentang cita-cita kebanyakan anak kecil akan menjawab ingin jadi presiden, dokter, pilot, insinyur, guru, polisi dll. Kesemuanya punya satu kesamaan yaitu jawaban dari pertanyaan "siapa". Siapa di sini akan merujuk pada sosok perorangan yang bisa digolongkan sebagai kata benda. Biasanya sosok perorangan ini merupakan sosok yang dihormati, dikagumi, dipandang tinggi baik karena materi atau jabatan oleh sosial. 
Sayangnya penentuan cita-cita berdasarkan jawaban dari pertanyaan "siapa" ini hanya akan mempersempit potensi kita. Mungkin saat masih kecil hal itu belum terasa. Namun sering waktu berjalan pergumulan idealisme vs realistisisme sangat mungkin terjadi.

Misal saja ada seorang anak yang ingin menjadi dokter ketika masih kecil. Sekarang si anak telah tumbuh dewasa menjadi wanita yang jelita. Wanita ini telah menyelesaikan pendidikan modelling dan kini bekerja sebagai model. Dulu dia tidak bisa masuk ke pendidikan kedokteran karena biaya yang tidak mencukupi. Selain itu kemampuan akademis dia juga biasa saja sehingga susah cari beasiswa. Dia memang masih bercita-cita jadi dokter. Namun kini usianya sudah memasuki waktu untuk berkeluarga. Bisa saja dia menggunakan uang hasil profesi modelnya untuk mendaftar di lembaga pendidikan kedokteran yang passing grade-nya rendah. Bila kamu ada di posisi wanita ini apa yang akan kamu lakukan??

Idealisme memang sangat penting. Tanpa idealisme kita bagaikan tersesat di tengah labirin tanpa GPS. Sulit cari pegangan saat kebingungan. Permasalahannya kita sebagai manusia biasa tempat salah dan lupa (khilaf). Tidak selamanya idealisme yang kita pegang merupakan solusi terbaik bagi hidup kita. Harus ada pertimbangan berdasarkan realita terkini. Padahal selama ini idealis dan realistis secara umum dianggap sebagai kutub berlawanan. Untuk itu kita perlu berpikir di luar umum bahwa idealis dan realistis sangat mungkin untuk dipertemukan bahkan dijodohkan. Seperti kata pepatah arab: khoirul umuuri ausatuha. Sebaik-baik perkara adalah di tengahnya. Artinya idealisme kita jangan jadi idealisme buta dan tuli. Realita sekitar pada suatu waktu juga harus diperhatikan. Kelemahan fatal dalam mendukung idealisme cita-cita sebagai jawaban pertanyaan "siapa" adalah kurang fleksible dalam perubahan realita. Seperti wanita tadi dengan realita seperti itu akan lebih baik bila dia melepas idealisme cita-citanya sebagai dokter.

Berbeda jika konsep cita-cita yang ditanamkan semenjak kecil merupakan jawaban dari "Bagaimana".
Bagaimana kamu ingin menjalani hidup ini?
Jalani hidupmu secara menyenangkan tanpa terbebani status sebagai "seseorang". Tidak peduli jadi apa saja, mau jadi artis, penjual gorengan, dokter, tentara yang penting kamu merasa senang. Bahagia menjadi hidup itu tidak tergantung profesi menjadi "siapa". Presiden pun punya berbagai permasalahan politik dan kenegaraan. Pengamen walau hidupnya lebih longgar dia juga terbelit permasalahan finansial. Sungguh sayang hidup yang sebentar ini jika cita-citamu kamu gantungkan ke jadi "siapa".

Sekarang coba kita ubah konsep cita-cita dari "siapa" menjadi "bagaimana". Misal wanita jelita yang yang jadi model tadi. Kita ubah konsep cita-citanya dari "dokter" menjadi "ingin membantu pengobatan orang sakit yang tidak mampu". Secara realistis wanita tadi dalam posisi yang kurang mendukung untuk meneruskan cita-cita sebagai dokter. Namun bila idealisme cita-citanya adalah "ingin membantu pengobatan orang sakit yang tidak mampu" maka realita kondisinya saat ini tidak akan mengganggu idealismenya. Sebagai model pun dia tetap bisa berkarya dalam mewujudkan cita-citanya. Bisa saja dia menggagas suatu acara amal lelang busana mode dari suatu rumah mode kenalannya. Hasil lelang itu kemudian digunakan untuk dana pengobatan gratis masyarakat tidak mampu. Kemudian dia bisa membentuk suatu organisasi yang anggotanya model dan desainer untuk membuat klinik khusus orang yang tidak mampu. Organisasi ini mengumpulkan donasi dari sponsor dan membentuk duta model dunia untuk mengkampanyekan pentingnya berbagi kepada sesama. Duta model itu dipilih dalam suatu kontes mirip Miss Universe gitu, yang anggotanya model-model perwakilan tiap negara. Kontesnya ya seputar mode andalan dari para desainer tiap negara. Melalui berbagai kegiatan itu dana operasi klinik disokong. Nah dengan begitu cita-cita wanita jelita tadi bisa tercapai. Bahkan dia bisa membuat inisiatif kegiatan yang mengembangkan dunia mode. Itulah kekuatan "bagaimana".

Oh ya satu yang hampir kelupaan. Suatu rumus bagaimana untuk menjalani hidup dengan bahagia. Bila kita mau merenung sebenarnya bahagia itu lebih mudah didapat dengan membahagiakan orang lain. Istilah lainnya adalah khoirun naasi anfa'uhum linnaasi. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Coba bayangkan bahagia mana bila kamu makan bakso 5 mangkok sendirian atau berbagi ke pengemis yang mungkin jarang makan bakso. Melihat wajah gembira mereka, menerima ucapan terima kasih mereka, menerima doa baik dari mereka. Sungguh kebahagiaan memberi 5 mangkok bakso dari penjual keliling ke pengemis itu lebih nikmat dibanding makan bermangkok bakso di restoran mahal sekalipun.
Read more...
Monday, 21 May 2012

Keliling Nusantara bersama SABDANUSA

0 comments
Sebagai anak bangsa mengenal budaya nusantara adalah keinginan yang terpendam semenjak lama.
Namun alasan klasik berupa "dana" selalu menjadi kendala.
Nusantara memiliki cakupan ribuan pulau, ratusan suku, etnis, yang menganekaragamkan budaya Indonesia.
Dari sabang sampai merauke, bebagai kebudayaan beserta keunikannya itu tersebar.
Butuh waktu, tenaga, dan dana yang tidak sedikit untuk dapat mempelajari dan menikmati langsung itu semua.
Namun pada hari sabtu tanggal 21 April kemarin sebuah UKM STAN menyajikan berbagai kebudayaan itu dalam satu waktu, tempat, dan acara.

SABDANUSA, begitulah nama UKM ini ramai diperbincangkan mahasiswa pecinta kebudayaan nusantara.
SABDANUSA menjadi sentra perhatian karena berhasil menyelenggarakan acara kebudayaan besar pertama kali di STAN.
Acara yang akan menampilkan 10 tarian nusantara, gamelan sunda, angklung, kecapi, dan sinden yang dikemas dalam sendratari PRINGGANDANA "Perjalanan Cinta Nusantara".
Dengan harga tiket masuk yang cuman 10 ribu, kita bisa ikut menikmati seluruh sajian tersebut.
Sebuah harga yang murah dibanding pertunjukkan yang kita dapat.

Sendratari kali ini berkisah tentang Raja Wijaya Kusuma yang mengelilingi nusantara untuk menyelamatkan istrinya Dewi Pusparatri.
Sang pujaan hati diculik oleh seorang Raja jahat Dursaloka dan kemudian disembunyikannya.
Saat perjalanan mengelilingi nusantara, sang pangeran akan diiringi tari-tarian khas tiap wilayah.
Ada sepuluh wilayah yang tariannya ditampilkan, antara lain Aceh, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Papua.

Secara keseluruhan tari yang dibawakan sangat memukau. Terutama tari Saman dari Aceh yang sempat membuat penonton histeris. Satu-satunya yang kurang adalah letak panggung yang lebih tinggi dari tempat duduk penonton. Sehingga penonton tidak bisa melihat keseluruhan gerak penari (apa lagi tarian yang sambil duduk). Memang penonton boleh naik ke tribun atas gedung, namun hanya tribun sebelah depan panggung yang letaknya jauh. Menonton dari tribun yang jauh itu tentu kurang jelas. Padahal tribun kanan-kiri yang bisa dipakai lebih jelas untuk menonton masih kosong.

Acara-acara seperti ini perlu untuk tetap dipertahankan dan dikembangkan.
Suatu acara yang bisa menumbuhkan rasa cinta pada tanah air, terutama kebudayaan nusantara.
Supaya generasi muda tidak silau dengan kebudayaan lain negara, semisal Jepang, Korea, Amerika.
Karena apa?? Karena kita punya keanekaragaman budaya yang jauh lebih menakjubkan.
Read more...
Tuesday, 8 May 2012

Collegepreneurship

1 comments
Entrepreneurship has shown rapidly growth in these days. The youngster has such unbelievable passions to go advance. Improve their business instinct and skill. You know? in metropolitan city, a job with low risk such government bureaucrat and private company employment start become unpopular. Yeah maybe it's quite popular in country side, they manage to get regular salary and it's obviously low risk. But the youngster very like challenges. Live just ordinary life isn't cool way to enjoy days.

The youngsters we talk about are especially college student. They are on the border state of adult but still get money from their parent. This means they prepare their selves facing society. a society that each person take full responsibility of their selves. May be they get just a little earning from it, but the most important part is experience. Experience is the best teacher off course.

Some college students have made a group called "Lapak Jual Beli" in facebook. This group specifically for business purpose. Collegepreneur (College students that become entrepreneur) offer services or goods by posting commercial in this group. Then consumer decide whether buy or not.
Most of services and goods available here. You can buy gadget, laptop, hand phone, computer accessories, pet, apartment, cloths, bags, food, and many others here. May be this kinds of unreasonable, but it's ugly truth you also can buy near extinct animal like owl, eagle, and falcon.
You can also get laundry service, drawing sketch, web host, laptop service, etc.
No wonder million sum of money involve in these transaction every day.
Besides that trading business, there are some college students that establish educational course.
The income from such business could overcome monthly allowance from their parents.
as if their university support these kinds of activities, I assure it can help Indonesian economic growth.
Then, what are you waiting for... College+Entrepreneurship, why not???
Read more...
Monday, 30 April 2012

APBN-P: Ranah 3 Warna

0 comments
APBN-P: Ranah 3 Warna

W. R. Habibi

3. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas asas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
(Pasal 33, ayat 3 dan 4 UUD 1945)

Abstrak:
BBM merupakan sumber daya yang paling banyak digunakan untuk proses pembakaran di dalam mesin. Kali ini BBM tidak hanya sukses memanaskan mesin, tetapi dalam beberapa bulan terakhir juga  sukses memanaskan suasana Indonesia.

Akibat harga minyak mentah dunia yang terus melambung, pemerintah mengklaim subsidi BBM kian membengkak. Subsidi yang membengkak bisa membuat APBN 2012 kocar-kacir. Tanpa kenaikan subsidi saja APBN 2012 sudah mengalami defisit. Apalagi ditambah dengan kenaikan harga harga minyak dunia, yang secara otomatis membuat subsidi melambung. Pemerintah pun membuat keputusan yang juga diklaimnya demi rakyat. Keputusan untuk mengurangi subsidi BBM sehingga bisa mengalokasikan subsidi itu ke pos anggaran kemiskinan, kesehatan, pertanian dan insfratuktur yang lebih tepat sasaran. Keputusan itu tertuang dengan akan segera diundangkannya UU APBN-P.

Namun banyak juga elemen masyarakat yang tidak setuju dengan kenaikan harga BBM. Mereka juga mengklaim gerakan mereka demi rakyat. Gerakan menolak pengurangan subsidi BBM. Sebagai anchor price, kenaikan harga BBM akan menyebabkan kenaikan harga barang lain secara keseluruhan. Inflasi akan meninggi, daya beli masyarakat miskin akan semakin berkurang. Akibatnya masyarakat miskinlah yang paling terkena dampak negatif secara langsung.

Selama proses pembuatannya, UU APBN-P telah banyak mewarnai semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Memberi warna pada bidang politik, ekonomi, dan sosial. Warna yang bisa dipandang hitam, putih, atau bahkan abu-abu. Warna yang sebenarnya muncul dari satu pokok masalah, masalah dimungkinkannya kenaikkan harga BBM melalui APBN-P.



A.   Mewarnai Politik

 Sulit untuk dipungkiri bahwa keputusan naik-tidaknya harga BBM tidak ditunggangi kepentingan politik. Mengingat sebenarnya kebocoran APBN terbesar bukan dari subsidi BBM yang salah sasaran. Kebocoran lebih besar karena adanya korupsi, mark up, dan tidak efisiennya birokrasi sehingga biaya belanja rutin pegawai sangat besar. Ada kajian dari ICW (Indonesian Corruption Watch) bahwa sebenarnya ada mark up dalam penentuan besaran subsidi BBM sebesar puluhan triliun rupiah. Padahal metode perhitungan yang digunakan ICW adalah cara umum yang lazim digunakan Pertamina, BPH Migas, maupun Kementerian ESDM. Yaitu dengan menggunakan patokan harga MOPS.  Berkaitan dengan perhitungan ini pemerintah dinilai ICW tidak transparan. Ada dugaan bahwa nilai puluhan triliun itu bisa menjadi lumbung partai berkuasa untuk membiayai pemilu 2014.
                        Terlepas benar tidaknya kajian ICW, fakta pada angka-angka yang ditunjukkan APBN 2012 menunjukkan defisit anggaran. Bila kita menggunakan asumsi praduga tidak bersalah, pemerintah memang menaikkan harga BBM supaya APBN 2012 tidak kolaps. Selain itu partai berkuasa juga pastinya menghindari mengambil kebijakan tidak populer, hanya untuk mencari dana kampanye. Sebaliknya bila partai oposisi menutup mata dari fakta ini dan hanya mementingkan pencitraan di mata rakyat, sungguh itu merupakan kemunafikan yang besar. Berlagak sebagai pembela rakyat padahal mereka sendiri tahu keuangan Negara mereka terancam berdarah-darah.

B.   Mewarnai Ekonomi

BBM merupakan barang yang menguasai hajat hidup orang banyak. Oleh sebab itu penggunaannya harus sebesar-sebesarnya untuk kemakmuran rakyat. Mekanisme harganya juga harus dikuasai penuh oleh Negara, tidak boleh diserahkan pada mekanisme pasar bebas. Lalu bagaimana bila penentuan “harganya” menggunakan patokan MOPS (Mean of Plats Singapore)? Apa hal itu bisa disebut menggunakan “harga” pasar bebas?
      MOPS hanya digunakan sebagai acuan saja untuk menilai seberapa besar fair value asset Negara kita, dalam hal ini BBM. Istilah penentuan “harga” kurang tepat, karena sebenarnya yang kita tentukan dari MOPS bukan “harga” tapi “nilai”. Bukan berarti tiap ada perubahan harian harga di MOPS, harga BBM bersubsidi kita juga akan berubah. Perubahan harga hanya terjadi bila dianggap sangat mendesak saja. Yaitu saat APBN dinilai menanggung beban subsidi BBM terlalu besar. Selain itu belum ada acuan harga BBM di dalam negeri sehingga kita perlu adanya acuan harga pasar terdekat (border price) untuk menilai asset Negara kita itu.
     Menurut ekonom senior Kwik Kian Gie sebenarnya pemerintah tidak mengeluarkan uang untuk subsidi. Justru ada surplus dari pos migas di APBN. Perhitungannya sebagai berikut: 



Dengan cara perhitungan yang sama, walaupun apabila ada kenaikan 15% dari harga minyak dunia, anggaran pemerintah dari pos migas masih surplus sebesar 74 triliun.
           Namun seorang ekonom lain lulusan STAN, Sunarsip tidak setuju dengan hal itu. Menurut Sunarsip dalam menganalisis APBN kurang tepat bila hanya dilihat dari sisi migas saja. Harus dilihat secara menyeluruh dan faktanya APBN kita memang masih mengalami defisit. Sehingga bila surplus dari pos migas ini semakin kecil, maka deficit anggaran akan semakin besar.
     Namun bila menganalisis APBN secara keseluruhan, defisit ini lebih dikarenakan kebocoran pada anggaran itu sendiri. Dengan kata lain sebenarnya banyak pos belanja yang kurang perlu atau sudah mengalami mark up. Memang pendapatan yang diterima Negara telah melonjak lebih dari dua kali lipat semenjak 2004. Namun efektifitas, efisiensi, dan penyerapannya masih jauh dari yang diharapkan. Oleh karena itu alasan kenaikan BBM karena memberatkan APBN tampaknya kurang tepat. Seharusnya yang diperbaiki adalah pembelanjaan yang masih rawan korupsi, mark up, mafia anggaran, serta biaya birokrasi yang sangat mahal.
     Selain karena alasan anggaran, ada juga alasan kurang tepatnya sasaran subsidi BBM itu. Mengingat data dari Kementrian ESDM sebesar 53% konsumsi BBM bersubsidi dinikmati oleh mobil pribadi, 40% motor, angkutan umum 3% dan mobil barang 4%. Bisa dikatakan lebih dari setengah subsidi BBM dinikmati orang-orang kaya. Padahal akan jauh lebih bermanfaat bila subsidi itu (yang tadi dihitung mencapai 126 triliun pada harga internasional US $ 105 per barel) dialihkan ke pos insfratuktur, pengentasan kemiskinan, kesehatan, atau pertanian.
      Bila memang yang dipermasalahkan adalah kurang tepatnya sasaran subsidi ini, opsi kenaikan harga bukanlah jalan satu-satunya penyelesaian masalah. Masih ada banyak cara yang bisa ditempuh, yang pentingkan tepat sasarannya bukan pengurangan subsidinya. 



Masalah ekonomi lain yang mendasari dibuatnya APBN-P ini adalah konsumerisme energi. Dengan subsidi yang diberikan, masyarakat sangat boros dalam memanfaatkan energi. BBM merupakan bahan bakar dari fosil yang tidak terbarukan. Bila konsumsinya semakin tinggi maka apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita? Padahal sebagai bangsa yang besar kita tidak boleh menuntut apa yang bisa kita nikmati sekarang. Justru kita harus berpikir apa yang harus kita wariskan ke anak cucu. Namun apakah tujuan pembatasan konsumerisme energi melalui menaikkan harga BBM ini akan berjalan efektif? Tampaknya tidak, BBM permintaannya bersifat inelastis. Dengan kata lain berapa pun harga BBM, permintaan masyarakat masih akan tetap seperti semula. Masyarakat akan lebih memilih mengorbankan daya belinya untuk barang lain demi bisa membeli BBM. Akan lebih bijak bila pemerintah memilih program konversi energi. Potensi energi dari panas bumi, biodiesel, dan gas alam jauh lebih besar yang dimiliki oleh Indonesia. Asal pemerintah mau berkomitmen dan konsisten untuk mengembangkan energi alternatif itu, bukan tidak mungkin pada 2030 ketergantungan pada minyak bumi akan berkurang drastis.

A.   Mewarnai Sosial

Tarik ulur pengambilan keputusan penetapan APBN-P menghasilkan celah ketidakpastian. Masyarakat dibuat resah bahkan sebelum penetapan APBN-P itu sendiri. Bahkan harga bensin eceran lebih dulu naik di beberapa daerah, terkait mendadak langkanya BBM di daerah itu. Kenaikan itu juga diikuti kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Masa ketidakpastian beginilah yang paling merugikan masyarakat. Karena secara hukum formalnya harga BBM belum naik, namun kenyataan di lapangan harga bahkan sudah mencapai 6000 rupiah. Yang paling diuntungkan adalah para tengkulak penimbun dan penyelundup BBM.
Sebenarnya kenaikan sebesar 1500 itu tidak begitu menjadi masalah. Toh beberapa tahun lalu juga sudah pernah harga BBM segitu. Namun yang menjadi masalah adalah pemerintah tidak bisa mengendalikan harga barang-barang lain. Sebelum kenaikan resmi saja harga barang-barang sudah naik, apalagi bila sudah ada keputusan resmi.
Pada masa ketidakpastian begini juga rawan terjadi konflik horizontal. Masyarakat yang tidak mendapatkan BBM bisa saja bertindak nekat membobol SPBU. Demo juga marak dilakukan oleh mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya. Kebanyakan dari mereka cenderung anarkis. Polisi kemudian dikerahkan untuk meredam aksi demo itu. Saat demo anarkis biasanya polisi menjadi sasaran serangan. Sayangnya banyak pemberitaan yang menyudutkan polisi. Padahal para polisi ini hanya menjalankan tugas dan berusaha membela diri dari anarkisme pengunjuk rasa. Sedangkan para pengunjuk rasa bersikukuh bahwa mereka adalah pihak yang benar sebagai wakil rakyat menyampaikan aspirasinya.
Sebenarnya kedua pihak itu hanyalah korban. Penyebab berbagai kerusuhan itu sebenarnya para elit politik yang membawa kepentingan partai masing-masing dalam perumusan APBN-P. Mereka sering membuat pernyataan di media yang saling memojokkan satu sama lain dan terkesan memanas-manasi. Akhirnya pada akar rumput sudah bukan perang gagasan lagi yang terjadi, namun sudah menjurus konflik fisik. Seharusnya para elit politik itu sadar bahwa rakyat dan para mahasiswa itu masih labil. Terprovokasi sedikit saja bisa pecah kerusuhan. Seharusnya ada wadah yang lebih tertutup untuk perumusan kebijakan seperti ini. Kemudian hasil keputusan dari pertemuan tertutup oleh para elit politik bersama para staf ahlinya itu baru dipublikasikan ke masyarakat. Saat keputusan itu sudah disosialkan ke masyarakat, semua elemen pemerintah harus mendukungnya. Bukan malah terpecah belah bahkan perang terbuka di media. Sehingga diharapkan bila semua elemen pemerintah bersatu menjelaskan programnya, maka opini masyarakat akan positif. Memang cara seperti itu terkesan kurang demokratis. Tapi apalah arti demokrasi bila terus menerus membawa konflik horizontal.
to govern is to choose
Menjadi pemerintah harus berani mengambil keputusan. Suatu keputusan pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Yang dibutuhkan pemerintah adalah kepercayaan dari rakyatnya bahwa memang itulah yang terbaik yang bisa dilakukan pemerintah demi rakyat. Kepercayaan itu tidak bisa datang dengan instan. Harus melalui proses panjang yang diiringi kejujuran, kerja keras, komitmen, dan profesionalisme.

Sumber:
Rafick, Ishak. 2008. Catatan Hitam Lima Presiden Indonesia. Jakarta: Ufuk Publishing House.
Read more...
Tuesday, 24 April 2012

Ikut "Balapan ke Hatimu" di Galau Nite

0 comments
Setelah sekian lama vakum dari dunia keartisan, akhirnya ada tawaran untuk ikut shooting lagi.
Kali ini dapat tawaran shooting salah satu acara di studionya MetroTV.
Oh man, It's MetroTV. Acaranya keren-keren pasti tidak hanya diisi para alay joget, orang naik elang, atau hantu gentayangan. Setidaknya acaranya berbobot*, seperti Kick Andy, MTGW, Mata Najwa, Economic Challenge, dll. Emang cocok profil mahasiswa sepertiku ini diundang shooting acara intelektual. hehe

"Kiz sesok acarane opo?", tanyaku pada teman SMA yang mengajakku.
Dia menjawab, "Galau Nite Kid, cucok karo suasana atimu."
(Jduarrr petir menyambar)
What the ..., kenapa dari sekian banyak acara harus acara ini. Pliss Man, sudah GeER kalau akan diundang acara yang berbau akademis, eh ternyata ujung-ujungnya kebagian acara GALAU.
Emang kalau muka galau gini nggak jauh-jauh deh sama undangan acara galau juga.
Nggak cocok kalau dipaksain ikutan acara berbau intelektual. hadehhh...

Kamis sore para galauers sudah berkumpul di air mancur kampus STAN. Termasuk di antara mereka 3 teman semenjak SMA; Aku, Sukiz, Bayek. Sudah terlanjur membayar IDR 10rb, rugi kalau nggak jadi berangkat. Apalagi di akhir bulan gini uang segitu berharga banget untuk sekadar menyambung nyawa. Biarlah acaranya nggak jelas, yang penting dapat makan dan bisa refreshing. Upss, ketahuan deh motif utama berngkat. Kata kabar angin 10rb itu sudah dapat transport+makan besar. Siapa yang nggk mau coba?
Studio Metro aja di daerah Kebon Jeruk sono, uang 10rb aja ke sana pakai angkutan termurah sekelas kopaja aja nggak dapat pulang-pergi. Eh ini kendaraannya pakai Big Bird ber-AC full, ada tv, tempat duduk nyaman, plus sopir profesional. Maklum mini bus ini sehari-harinya dipakai antar jemput anak-anak ekspatriat Jepang yang bersekolah di sekolah internasional khusus jepang. Ditambah lagi entar juga dapat makan. Harga yang teramat murah untuk fasilitas yang diberikan. 
(Tapi panitia pastinya dapat bayaran lebih organisir penonton kayak gini, per kepala dapat kisaran 50-100rb. Eh jangan sebut penonton dong, biar gaya sebut saja Aktor figuran)

Tak perlu kaget, di perjalanan Jakarta macet seperti biasa. Keluar tol dari Bintaro masuk daerah permata hijau, kondisi jalan sudah macet parah. Diperparah klakson tiada henti ungkapan ketidaksabaran.
Memperparah gundah gulana para galauers saja, besok tanggal 20 lagi.(Nggak ada hubungannya)
Kalau naik sepeda motor agak ngebut dari Bintaro sampai ke fly over permata hijau kira-kira butuh 20 menit. Eh ini sudah lewat tol masih aja makan waktu hampir 45 menit.

Akhirnya sampai juga di kompleks studio MetroTV, tempatnya agak masuk ke dalam sih. Dekat rawa-rawa yang masih kosong. Beda sama studio Trans yang tepat dipinggir jalan ramai di kisaran Kuningan sana.
Tempat tak jadi masalah yang penting fasilitasnya. Fantastico, di studio MetroTV ada banyak karya seni. Dua patung besar dewi menari menyambut di pintu masuk. Sebegitu besarnya sampai tinggimu paling-paling di atas tumitnya lebih dikit. Di setiap koridor ada lukisan yang tak kalah keren. Propeti di semua ruang juga unik-unik, desain interior yang memukau.

Sesampai studio kita langsung disuguhi makan. Walau makanan kotak tapi bagi anak kos menu ini tetap perbaikan gizi. Sambil nunggu sesi shooting dimulai, banyak galauers yang memanfaatkan untuk berfoto ria. Lumayanlah buat kenang-kenangan sekaligus bahan cerita untuk keluarga di rumah. Ibuu... anakmu akan masuk TV Ibuuu. Walau mungkin cuma kelihatan kepala doang, sekilas lagi.
Pegawai di sana juga ramah-ramah. Ngobrol santai di sana senyaman di cafe kelas atas, apalagi disediakan kopi dan teh hangat self service. Oh 10rb yang tak sia-sia dikeluarkan dari dompet.


Tempat setting acara ada di lantai tiga. Yang patut mendapat jempol adalah ekskalator di sana hanya dinyalakan waktu ada yang pakai saja. Suatu penghematan energi yang patut diapresiasi.
Akhirnya kami bertiga mendapat tempat duduk di deretan paling depan dan terdekat dengan bintang tamu.
Sialnya baru lima menit duduk sudah diusir, kemudian disuruh menempati tempat duduk sebelah samping.
Memang sih tempat duduk sebelah samping kesempatannya lebih besar untuk kena shooting. Namun dari samping tidak bisa menikmati acara lelucon yang dibawakan para Komiks semisal Solih Solihun (Pembawa Acara), Asep Suaji, Raditya Dika, dan Acho. Kalau karena perintah pengarah acara saja bisa membuat trio ini tunduk, jangan panggil kami laki-laki. Sewaktu pengarah acara lengah kami duduk lagi ke banjar semula tapi barisnya agak ke belakang. Sadar atas sifat keras kepala tiga anak muda ini, pengarah acara menyerah. Dia menyuruh anak lain untuk duduk di samping bintang tamu. Yeah, like a boss. Kami bertiga duduk di bangku yang bisa dibilang paling dekat dengan bintang tamu dan paling nyaman untuk menonton jalannya acara.

Episode kali ini mengambil tema "Balapan ke Hatimu". Karena bintang tamu spesial yang diundang adalah pembalap cantik Alexandra Asmasoebrata.
Mbak Alex sudah mulai membalap semenjak kecil. Awalnya memang dia dipaksa oleh Ayahnya. Tapi seiring waktu berlalu, balapan menjadi hobi tak terpisahkan dari hidupnya.

Sepanjang acara berlangsung kami semua galauers dibuat tertawa terpingkal-pingkal dengan polah tingkah para Komiks. Galau, lewat deh. Berganti senyum ceria karena emang pembawa acara Solih Solihun sangat interaktif kepada para audience. Asep Suaji senantiasa curi-curi kesempatan untuk menggoda mbak Alex, namun selalu berakhir dengan ejekan dari dari Komiks yang lain terutama Raditya Dika. Walau judulnya Galau Nite, namun acara ini malah sukses bikin kegalauan hilang. Tertawa terus deh bawaannya.
Kejadian paling absurd adalah ketika Solih Solihun gencar mengiklankan Bla*ckbe**y playbooknya, ternyata gadget itu nggak nyala-nyala. Akhirnya dari pada kelamaan nunggu, pengarah acara menyobek skrip kertas yang dia bawa. Sobekan itu kemudian ditaruh di atas playbook 'canggih' itu. Saat membacanya juga harus berhati-hati supaya nggak kesorot kamera. Eaaa, percuma punya alat baca digital bagus tapi pada akhirnya pakai kertas manual. Karena kejadian ini aku jadi paham, apa yang ditampilkan di layar TV itu tergantung motif penyiarnya. Kalau ingin promosi, ya jelas yang ditayangkan bagus-bagusnya. Tapi kalau ingin ngejatuhin citra pemerintah, ya tiap hari ditayangin jelek-jeleknya terus.Media memang sangat efektif untuk membolak-balikkan kaca mata perpektif. Gini ni contohnya:


Panasaran juga bagaimana hasil shooting pada hari itu setelah diedit dan ditayangkan. Kalau kalian juga penasaran ikutan saja nonton galau Nite setiap hari Sabtu pukul 22.30. Mari jadikan kegalauan kita sebagai pemacu untuk lebih produktif. Salam Galau!!!!


Read more...

Labels

 
The Ledger © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here