Sebagai anak bangsa mengenal budaya nusantara adalah keinginan yang terpendam semenjak lama.
Namun alasan klasik berupa "dana" selalu menjadi kendala.
Nusantara memiliki cakupan ribuan pulau, ratusan suku, etnis, yang menganekaragamkan budaya Indonesia.
Dari sabang sampai merauke, bebagai kebudayaan beserta keunikannya itu tersebar.
Butuh waktu, tenaga, dan dana yang tidak sedikit untuk dapat mempelajari dan menikmati langsung itu semua.
Namun pada hari sabtu tanggal 21 April kemarin sebuah UKM STAN menyajikan berbagai kebudayaan itu dalam satu waktu, tempat, dan acara.
SABDANUSA, begitulah nama UKM ini ramai diperbincangkan mahasiswa pecinta kebudayaan nusantara.
SABDANUSA menjadi sentra perhatian karena berhasil menyelenggarakan acara kebudayaan besar pertama kali di STAN.
Acara yang akan menampilkan 10 tarian nusantara, gamelan sunda, angklung, kecapi, dan sinden yang dikemas dalam sendratari PRINGGANDANA "Perjalanan Cinta Nusantara".
Dengan harga tiket masuk yang cuman 10 ribu, kita bisa ikut menikmati seluruh sajian tersebut.
Sebuah harga yang murah dibanding pertunjukkan yang kita dapat.
Sendratari kali ini berkisah tentang Raja Wijaya Kusuma yang mengelilingi nusantara untuk menyelamatkan istrinya Dewi Pusparatri.
Sang pujaan hati diculik oleh seorang Raja jahat Dursaloka dan kemudian disembunyikannya.
Saat perjalanan mengelilingi nusantara, sang pangeran akan diiringi tari-tarian khas tiap wilayah.
Ada sepuluh wilayah yang tariannya ditampilkan, antara lain Aceh, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Papua.
Secara keseluruhan tari yang dibawakan sangat memukau. Terutama tari Saman dari Aceh yang sempat membuat penonton histeris. Satu-satunya yang kurang adalah letak panggung yang lebih tinggi dari tempat duduk penonton. Sehingga penonton tidak bisa melihat keseluruhan gerak penari (apa lagi tarian yang sambil duduk). Memang penonton boleh naik ke tribun atas gedung, namun hanya tribun sebelah depan panggung yang letaknya jauh. Menonton dari tribun yang jauh itu tentu kurang jelas. Padahal tribun kanan-kiri yang bisa dipakai lebih jelas untuk menonton masih kosong.
Acara-acara seperti ini perlu untuk tetap dipertahankan dan dikembangkan.
Suatu acara yang bisa menumbuhkan rasa cinta pada tanah air, terutama kebudayaan nusantara.
Supaya generasi muda tidak silau dengan kebudayaan lain negara, semisal Jepang, Korea, Amerika.
Karena apa?? Karena kita punya keanekaragaman budaya yang jauh lebih menakjubkan.
Read more...
Namun alasan klasik berupa "dana" selalu menjadi kendala.
Nusantara memiliki cakupan ribuan pulau, ratusan suku, etnis, yang menganekaragamkan budaya Indonesia.
Dari sabang sampai merauke, bebagai kebudayaan beserta keunikannya itu tersebar.
Butuh waktu, tenaga, dan dana yang tidak sedikit untuk dapat mempelajari dan menikmati langsung itu semua.
Namun pada hari sabtu tanggal 21 April kemarin sebuah UKM STAN menyajikan berbagai kebudayaan itu dalam satu waktu, tempat, dan acara.
SABDANUSA, begitulah nama UKM ini ramai diperbincangkan mahasiswa pecinta kebudayaan nusantara.
SABDANUSA menjadi sentra perhatian karena berhasil menyelenggarakan acara kebudayaan besar pertama kali di STAN.
Acara yang akan menampilkan 10 tarian nusantara, gamelan sunda, angklung, kecapi, dan sinden yang dikemas dalam sendratari PRINGGANDANA "Perjalanan Cinta Nusantara".
Dengan harga tiket masuk yang cuman 10 ribu, kita bisa ikut menikmati seluruh sajian tersebut.
Sebuah harga yang murah dibanding pertunjukkan yang kita dapat.
Sendratari kali ini berkisah tentang Raja Wijaya Kusuma yang mengelilingi nusantara untuk menyelamatkan istrinya Dewi Pusparatri.
Sang pujaan hati diculik oleh seorang Raja jahat Dursaloka dan kemudian disembunyikannya.
Saat perjalanan mengelilingi nusantara, sang pangeran akan diiringi tari-tarian khas tiap wilayah.
Ada sepuluh wilayah yang tariannya ditampilkan, antara lain Aceh, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Papua.
Secara keseluruhan tari yang dibawakan sangat memukau. Terutama tari Saman dari Aceh yang sempat membuat penonton histeris. Satu-satunya yang kurang adalah letak panggung yang lebih tinggi dari tempat duduk penonton. Sehingga penonton tidak bisa melihat keseluruhan gerak penari (apa lagi tarian yang sambil duduk). Memang penonton boleh naik ke tribun atas gedung, namun hanya tribun sebelah depan panggung yang letaknya jauh. Menonton dari tribun yang jauh itu tentu kurang jelas. Padahal tribun kanan-kiri yang bisa dipakai lebih jelas untuk menonton masih kosong.
Acara-acara seperti ini perlu untuk tetap dipertahankan dan dikembangkan.
Suatu acara yang bisa menumbuhkan rasa cinta pada tanah air, terutama kebudayaan nusantara.
Supaya generasi muda tidak silau dengan kebudayaan lain negara, semisal Jepang, Korea, Amerika.
Karena apa?? Karena kita punya keanekaragaman budaya yang jauh lebih menakjubkan.
